Saturday, 18 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

UEFA Larang VAR untuk Investigasi Diving, Berbeda dari Piala Dunia 2026

Oleh Danu Ilham July 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengeluarkan instruksi tegas kepada para Video Assistant Referee (VAR) mereka. Mulai sekarang, VAR tidak diperkenankan untuk menginvestigasi potensi simulasi atau diving yang dianggap sebagai kesalahan identifikasi pemain, sebuah praktik yang terlihat dalam penerapan di Piala Dunia 2026.

Perubahan kebijakan ini menandai perbedaan signifikan dalam interpretasi dan penggunaan teknologi VAR oleh UEFA dibandingkan dengan yang diterapkan di kompetisi FIFA. Tujuannya adalah untuk membatasi ruang lingkup intervensi VAR hanya pada insiden yang jelas-jelas merupakan kesalahan identifikasi pemain, bukan untuk menganalisis secara mendalam apakah seorang pemain melakukan simulasi untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam panduan baru yang dikirimkan kepada seluruh tim ofisial VAR, UEFA menekankan bahwa fokus utama VAR adalah untuk memperbaiki kesalahan identifikasi yang kasat mata, seperti ketika wasit memberikan kartu kepada pemain yang salah. Ini berarti, jika seorang pemain diduga melakukan diving, VAR tidak akan diminta untuk meninjau ulang kejadian tersebut dengan argumen bahwa wasit mungkin salah mengidentifikasi aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata.

Keputusan ini diambil untuk mencegah potensi perdebatan yang tidak perlu dan menjaga alur permainan agar tidak terlalu sering terhenti oleh peninjauan VAR. Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa penggunaan VAR untuk menganalisis simulasi dapat membuka pintu bagi interpretasi yang subjektif dan memperpanjang durasi pertandingan secara signifikan. Dengan membatasi peran VAR pada kesalahan identifikasi yang jelas, UEFA berharap dapat mempertahankan integritas dan kelancaran pertandingan.

Perbedaan pendekatan ini menjadi sorotan menarik menjelang berbagai kompetisi UEFA mendatang. Sementara Piala Dunia 2026 akan mengizinkan VAR untuk mengevaluasi potensi simulasi sebagai bagian dari koreksi kesalahan identifikasi, UEFA mengambil jalur yang lebih konservatif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konfederasi dapat memiliki interpretasi dan penerapan teknologi VAR yang berbeda, tergantung pada prioritas dan filosofi masing-masing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait