Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya berperan sebagai ‘Malaikat Pelindung’ bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital yang kembali ditutup oleh Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Sabtu (20/6), sembari mengaitkan peran tersebut dengan potensi pungutan biaya jika kesepakatan damai dengan Iran tidak tercapai. Ia menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya apa pun selama periode gencatan senjata AS-Iran yang berlangsung 60 hari, dan akan tetap gratis setelahnya, kecuali AS memutuskan untuk membebankan tarif.
Dalam unggahannya, Trump secara spesifik menyebutkan kemungkinan adanya "biaya tol" yang dikenakan "oleh dan untuk Amerika Serikat" sebagai kompensasi atas jasa mereka menjadi pelindung negara-negara Timur Tengah. Hal ini merujuk pada biaya yang telah dikeluarkan, sedang dikeluarkan, dan akan dikeluarkan AS untuk memastikan kelancaran navigasi di kawasan tersebut. Pernyataan ini mengundang perhatian terhadap sejarah kelompok sukarelawan di Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Guardian Angels, sebuah organisasi yang memiliki misi serupa dalam melindungi masyarakat dari kejahatan.
Sejarah Guardian Angels di Amerika Serikat sendiri memiliki akar yang kuat sejak tahun 1979. Didirikan oleh Curtis Sliwa dan istrinya, Lisa, organisasi ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya tingkat kejahatan dan potensi keterlibatan kaum muda dalam aktivitas geng. Tujuannya adalah untuk menyediakan figur teladan positif dan menawarkan alternatif kegiatan yang lebih konstruktif. Para calon anggota Guardian Angels yang direkomendasikan oleh anggota aktif harus melalui proses seleksi ketat, termasuk pelatihan fisik, bela diri, dan pemahaman hukum selama tiga bulan.
Setelah menuntaskan pelatihan, para anggota Guardian Angels aktif berpatroli di berbagai moda transportasi publik seperti kereta bawah tanah, bus, serta di jalanan dan feri. Meskipun mereka memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan warga sipil, dampak utama kehadiran mereka lebih bersifat pencegahan. Keberadaan anggota yang berpatroli dengan seragam khas baret merah dan kaus putih ini terbukti efektif dalam membuat calon pelaku kejahatan berpikir ulang. Sebagaimana diakui oleh seorang koresponden New York Times pada masa itu, kepolisian tampaknya kewalahan menghadapi gelombang kejahatan, sehingga peran warga negara yang proaktif menjadi semakin krusial.
Organisasi ini tidak hanya beroperasi di New York, tetapi juga berkembang pesat ke berbagai kota di seluruh Amerika Serikat. Bahkan, cabang-cabang Guardian Angels juga didirikan di negara lain seperti Kanada, Amerika Selatan, Australia, dan Eropa, menunjukkan jangkauan global dari inisiatif berbasis komunitas ini. Anggota Guardian Angels, yang secara konsisten mengenakan baret merah dan kaus putih sebagai identitas, tidak dipersenjatai. Namun, mereka dibekali dengan kemampuan bela diri, pengetahuan pertolongan pertama, dan pemahaman mendalam mengenai hukum terkait penangkapan warga sipil. Mereka bertindak sebagai agen pengatur dan penegak hukum informal, mengisi kekosongan yang mungkin ditinggalkan oleh aparat resmi.
Namun, perjalanan Guardian Angels tidak selalu mulus. Ketegangan dengan masyarakat dan pihak berwenang sempat memuncak, terutama pada Februari 1981 ketika sebelas anggota Guardian Angels ditangkap atas tuduhan menyerang seorang petugas penyamaran. Walikota New York saat itu, Ed Koch, bersama dengan Presiden Asosiasi Kesejahteraan Petugas Patroli Transit, William McKechnie, sempat menganggap kelompok ini sebagai amatir, bahkan cenderung bertindak sebagai main hakim sendiri. Para ahli pun sempat meragukan efektivitas nyata mereka dalam mengurangi angka kejahatan secara signifikan.
Fakta yang muncul pada tahun 1993 menunjukkan adanya beberapa masalah internal, termasuk gesekan dengan masyarakat dan rekayasa beberapa keberhasilan yang dipublikasikan. Hal ini berdampak pada penurunan jumlah cabang yang aktif. Meskipun demikian, perlu diakui bahwa kehadiran Guardian Angels sering kali mampu memberikan tekanan pada pihak penegak hukum. Ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh keberadaan mereka di ruang publik membuat pihak berwenang merasa malu dan terdorong untuk meningkatkan upaya penegakan hukum, terutama dalam sistem kereta bawah tanah yang menjadi fokus awal mereka.
Dalam konteks pernyataan Donald Trump, penggunaan istilah ‘Malaikat Pelindung’ atau Guardian Angels seolah menggemakan semangat serupa, namun dalam skala geopolitik yang jauh lebih besar. Keputusan Trump untuk mengklaim peran pelindung di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi perdagangan global, menunjukkan ambisi AS untuk menegaskan kembali dominasinya di kawasan Timur Tengah. Dengan menutup kembali Selat Hormuz, Iran menunjukkan kekuatan tawar mereka dalam menghadapi tekanan internasional.
Penawaran Trump untuk menjadi "Malaikat Pelindung" bisa diinterpretasikan sebagai upaya untuk memproyeksikan citra AS sebagai kekuatan yang menjaga stabilitas dan keamanan maritim di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Namun, di sisi lain, usulan pungutan biaya jika kesepakatan damai gagal tercapai mengindikasikan pendekatan transaksional dalam diplomasi AS di bawah kepemimpinannya. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana negara-negara lain di Timur Tengah akan merespons tawaran perlindungan yang bersyarat ini, mengingat kompleksitas hubungan regional dan sejarah panjang intervensi kekuatan asing.
Perbandingan antara Guardian Angels versi sukarelawan di jalanan New York dengan klaim Trump sebagai ‘Malaikat Pelindung’ global menunjukkan adanya kesamaan dalam retorika perlindungan. Namun, skala, tujuan, dan implikasinya sangatlah berbeda. Jika Guardian Angels asli berjuang memberantas kejahatan di tingkat komunitas, klaim Trump beroperasi pada level internasional, melibatkan dinamika kekuatan negara, kepentingan ekonomi, dan keamanan regional yang jauh lebih rumit. Perkembangan situasi di Selat Hormuz dan respons Iran akan menjadi indikator penting sejauh mana klaim "Malaikat Pelindung" AS ini akan diterima dan memiliki dampak nyata.











