Sebuah insiden kebakaran dahsyat melanda sebuah resor mewah di Bayahibe, Republik Dominika, pada Jumat pagi, merenggut nyawa seorang turis wanita dan memaksa evakuasi hampir 1.700 tamu. Peristiwa tragis ini menimbulkan duka mendalam di kalangan wisatawan yang tengah menikmati liburan mereka di destinasi tropis yang indah tersebut.
Korban jiwa yang teridentifikasi adalah seorang turis asal Italia berusia 46 tahun. Pernyataan dari layanan darurat DAEH kepada media lokal mengonfirmasi insiden tersebut, seraya menambahkan bahwa tiga orang lainnya harus dilarikan ke fasilitas medis, sementara enam orang lainnya mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian. Kebakaran yang terjadi di Viva Wyndham Dominicus Beach ini memicu kepanikan di antara ratusan tamu yang menginap.
Rekaman udara menggunakan drone memperlihatkan skala kehancuran yang ditimbulkan oleh api. Bangunan-bangunan di kawasan resor yang luas itu tampak dilalap si jago merah, dengan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke angkasa, menciptakan pemandangan yang mengerikan di atas pantai Karibia yang biasanya tenang.
Penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, investigasi awal menunjukkan bahwa angin kencang dan material atap jerami yang mudah terbakar pada beberapa bangunan berkontribusi pada kecepatan penyebaran api. Material seperti atap jerami, meskipun memberikan nuansa tropis yang khas, kerap menjadi perhatian dalam hal keamanan kebakaran, terutama di daerah dengan angin yang berubah-ubah.
Pusat Operasi Darurat (COE) Republik Dominika menyatakan bahwa api kini telah berhasil dikendalikan. Seluruh tamu yang dievakuasi telah dipindahkan ke hotel-hotel lain di sekitar area tersebut untuk memastikan kenyamanan dan keamanan mereka pasca-kejadian. Penting untuk dicatat, aktivitas pariwisata di kota Bayahibe dan wilayah sekitarnya dilaporkan tidak mengalami gangguan signifikan, menunjukkan ketahanan sektor pariwisata negara tersebut.
Menyikapi situasi ini, pihak Kedutaan Besar Italia di Republik Dominika telah mengambil langkah sigap. Kantor berita Italia, Ansa, melaporkan bahwa Duta Besar Italia untuk Republik Dominika telah bertemu dengan suami dari mendiang korban di rumah sakit. Pihak kedutaan memberikan dukungan penuh kepada sekitar 285 turis Italia yang menginap di resor yang terdampak atau di penginapan terdekat. Bantuan yang diberikan mencakup penerbitan paspor darurat bagi mereka yang dokumen perjalanannya hancur dalam kebakaran, serta pengaturan penerbangan pulang ke tanah air.
Bayahibe sendiri dikenal sebagai kota resor yang sangat populer di pesisir Karibia, terkenal dengan perairan biru jernih dan pantai pasir putihnya yang menawan. Keindahan alamnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional, termasuk dari Italia, yang menjadikan kawasan ini destinasi liburan idaman.
Wyndham Hotels & Resorts, sebagai pemegang waralaba bagi sekitar 8.400 hotel di seluruh dunia, mengeluarkan pernyataan singkat kepada BBC. Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa tim hotel berhasil mengevakuasi tamu dan staf dengan selamat, namun sangat menyayangkan hilangnya satu nyawa tamu. "Kami menyampaikan duka cita terdalam kepada keluarga korban sembari menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian," ujar perwakilan Wyndham.
Lebih lanjut, Wyndham menyatakan bahwa hotel yang terdampak, yang merupakan properti yang dimiliki dan dioperasikan secara independen, saat ini ditutup dan akan tetap demikian hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan ini dilakukan untuk keperluan investigasi, pemulihan, dan penilaian keamanan lebih lanjut.
Kejadian kebakaran di resor mewah ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kebakaran yang ketat di industri perhotelan, terutama di daerah tropis yang memiliki karakteristik bangunan dan iklim tertentu. Meskipun pihak berwenang telah berhasil mengendalikan situasi, insiden ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan juga pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu yang selamat. Fokus kini beralih pada pemulihan, dukungan bagi para korban, dan evaluasi langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.











