Aktor sekaligus politikus Tommy Kurniawan memberikan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengimbau masyarakat untuk melihat program ini secara objektif, menyoroti potensi besar MBG dalam meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi berbagai lapisan masyarakat.
Tommy Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, melihat program ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Pengalamannya di lapangan, khususnya di Kabupaten Bogor, memberikannya gambaran langsung mengenai manfaat program ini bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
"Banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan, sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka," ujar Tommy Kurniawan dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 Juni 2026. Baginya, pemenuhan gizi yang tepat sasaran merupakan fondasi utama agar generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Program Makan Bergizi Gratis, yang baru berjalan sekitar satu tahun di Indonesia, memang tidak lepas dari berbagai kritik dan kendala. Namun, Tommy Kurniawan menilai hal ini adalah dinamika yang wajar dalam proses implementasi sebuah program berskala besar. Ia membandingkan dengan pengalaman negara-negara maju yang serupa.
Menurutnya, negara-negara seperti Jepang pernah menghadapi krisis pangan dan kasus keracunan massal sebelum akhirnya menjadi rujukan dalam pengelolaan gizi global. Finlandia dan India juga sempat mengalami penolakan terhadap program sejenis karena persoalan anggaran hingga isu korupsi dan keracunan, namun secara perlahan berhasil menekan angka stunting.
Lebih baru lagi, Tommy Kurniawan mencontohkan Inggris yang pada awal tahun 2000-an sempat memiliki kualitas makanan sekolah yang memprihatinkan karena dominasi makanan olahan murah. Reformasi total menjadi School Food Standards yang ketat akhirnya diterapkan dan membuahkan hasil positif.
"Dari beberapa negara percontohan, hampir semuanya memiliki masalah masing-masing di tahap awal. Saya rasa Indonesia akan terus berbenah dan melakukan perbaikan hingga akhirnya tujuan tercapai," tuturnya optimistis. Ia menekankan bahwa setiap program besar pasti akan menghadapi tantangan, namun yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Tommy Kurniawan menegaskan bahwa ia sangat terbuka terhadap kritik yang membangun. Sebagai negara demokrasi, kritik merupakan hak yang dilindungi undang-undang dan dianggap sebagai "vitamin" bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas program. Namun, ia menyayangkan jika kritik tersebut hanya bernada menjatuhkan atau memperkeruh suasana tanpa menawarkan solusi konstruktif.
"Kritik boleh tapi jangan hanya kritik, terus menghina dan menjatuhkan, apalagi membuat situasi menjadi gaduh membuat proksi untuk mengadu domba masyarakat. Tapi alangkah baiknya memberikan solusi," katanya. Ia berharap agar kritik yang disampaikan dapat memberikan masukan positif demi perbaikan tata kelola program MBG.
Sebagai anggota DPR RI dari fraksi PKB, Tommy Kurniawan mengajak generasi muda untuk memiliki visi yang lebih maju dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Ia melihat perpecahan dan pertikaian hanya akan membawa dampak buruk dan memperlambat kemajuan Indonesia.
"Justru dengan kegaduhan itu banyak oportunis atau orang-orang yang memanfaatkan situasi agar Indonesia tidak pernah mencapai cita-citanya. Sejatinya Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih baik dan maju ke depannya," pungkasnya. Ia meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan dan fokus pada solusi, program-program pemerintah dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.
Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Tommy Kurniawan, menjadi suntikan semangat bagi pemerintah untuk terus menyempurnakan implementasi program ini di seluruh penjuru negeri. Perkembangan selanjutnya dari program ini akan terus dipantau untuk melihat sejauh mana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.











