Pemerintah Indonesia secara resmi memperluas cakupan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memasukkan sejumlah proyek jalan tol baru, termasuk perpanjangan signifikan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong konektivitas antarwilayah dan mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 menjadi landasan hukum baru yang mengatur penambahan proyek-proyek prioritas ini.
Dalam peraturan tersebut, diatur pula mekanisme pelaporan dan usulan revisi rencana penyelesaian apabila proyek strategis nasional tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Penanggung jawab proyek wajib melaporkan progres pelaksanaan serta mengajukan usulan revisi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Total terdapat 50 ruas tol baru yang kini masuk dalam daftar PSN, menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat terhadap pengembangan jaringan transportasi darat.
Salah satu proyek yang mendapat sorotan adalah kelanjutan pembangunan Tol Bocimi yang direncanakan akan menembus hingga Ciranjang dan Padalarang di Jawa Barat. Rencana ini bukanlah hal baru, mengingat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum telah lama memiliki desain untuk menghubungkan Tol Bocimi melampaui Sukabumi Timur. Jalur baru ini nantinya akan membentang dari Sukabumi Timur, melintasi Ciranjang di Kabupaten Cianjur, hingga mencapai Padalarang di Kabupaten Bandung Barat.
Jalan Tol Bocimi yang telah beroperasi saat ini memiliki panjang keseluruhan 54 kilometer. Proyek ini terbagi menjadi empat seksi. Seksi 1 yang menghubungkan Ciawi dan Cigombong sepanjang 15,3 kilometer, serta Seksi 2 yang membentang dari Cigombong ke Cibadak sepanjang 11,9 kilometer, kini telah beroperasi penuh dan melayani pengguna jalan.
Sementara itu, Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak dengan Sukabumi Barat, dengan panjang 13,7 kilometer, masih dalam tahap konstruksi. Progres pembangunan seksi ini dilaporkan telah mencapai 81,49 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal kedua tahun 2027. Untuk Seksi 4, yang menghubungkan Sukabumi Barat dengan Sukabumi Timur dengan panjang 13,05 kilometer, saat ini masih dalam tahap persiapan konstruksi.
Dengan masuknya perpanjangan Tol Bocimi hingga Padalarang sebagai PSN, proyek Jalan Tol Ciawi – Sukabumi – Ciranjang – Padalarang ini secara keseluruhan memiliki estimasi panjang mencapai 115 kilometer. Anggaran yang diperkirakan akan terserap untuk proyek ambisius ini mencapai Rp 7,7 triliun. Keberadaan tol ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan, terutama bagi kendaraan yang melakukan perjalanan dari Sukabumi menuju Cianjur dan selanjutnya ke Bandung.
Rencana pembangunan jalur Sukabumi-Ciranjang ini juga mengindikasikan adanya tantangan teknis, di mana sebagian rute diperkirakan akan melintasi atau menembus gunung melalui pembangunan terowongan (tunnel). Hal ini menunjukkan skala dan kompleksitas infrastruktur yang akan dibangun demi mewujudkan konektivitas yang lebih baik.
Peningkatan status proyek perpanjangan Tol Bocimi menjadi Proyek Strategis Nasional memberikan dorongan signifikan terhadap proses percepatan pembangunannya. PSN merupakan program prioritas pemerintah yang mendapatkan perhatian khusus dalam hal pendanaan, perizinan, dan pembebasan lahan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek dan meminimalkan potensi hambatan yang seringkali dialami oleh proyek infrastruktur skala besar.
Perpanjangan Tol Bocimi hingga Padalarang ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus transportasi barang dan orang, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilalui. Peningkatan aksesibilitas akan membuka peluang investasi baru, pengembangan sektor pariwisata, serta terciptanya lapangan kerja di sepanjang koridor tol. Konektivitas antara Sukabumi, Cianjur, dan Bandung yang sebelumnya memakan waktu tempuh cukup lama, kini dapat diatasi dengan efisiensi waktu yang drastis berkat pembangunan tol ini.
Dampak ekonomi dari pembangunan tol ini diprediksi akan sangat positif. Mobilitas yang lebih tinggi akan memfasilitasi distribusi logistik, mendukung aktivitas bisnis, dan meningkatkan daya saing daerah. Bagi masyarakat, perjalanan antarwilayah akan menjadi lebih nyaman, aman, dan efisien, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup.
Dengan masuknya proyek ini ke dalam daftar PSN, diharapkan proses pengadaan lahan dan perizinan dapat berjalan lebih lancar. Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait akan berkoordinasi lebih intensif untuk memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan pembangunan Tol Bocimi hingga Padalarang ini akan menjadi tolok ukur penting bagi proyek-proyek infrastruktur strategis lainnya di Indonesia.











