Panggung megah Dangdut Academy 8 yang akan segera digelar oleh Indosiar kembali menyita perhatian publik, tak terkecuali bagi sang alumni tersukses, Lesti Kejora. Sebagai penyanyi yang lahir dari rahim kompetisi tersebut sekitar 12 tahun silam, Lesti memiliki ikatan emosional yang kuat dengan ajang pencarian bakat ini. Menjelang dimulainya musim kedelapan, istri dari Rizky Billar itu membagikan pandangan mendalam serta pesan krusial bagi para calon kontestan yang akan memperebutkan gelar juara.
Lesti Kejora menegaskan bahwa perjalanan di industri musik dangdut, khususnya melalui kompetisi, menuntut lebih dari sekadar olah vokal yang mumpuni. Menurutnya, banyak peserta yang sering kali melupakan satu faktor fundamental yang menjadi penentu ketahanan mereka di atas panggung, yakni kebugaran fisik. Dalam pandangan pelantun Kejora ini, teknik bernyanyi yang prima tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak ditunjang dengan kondisi kesehatan yang prima.
Saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (29/6/2026), Lesti secara terbuka mengingatkan para adik-adik calon peserta agar tidak meremehkan pentingnya menjaga stamina. Ia menjelaskan bahwa jadwal kompetisi yang padat dan tekanan panggung yang intensif dapat dengan mudah menguras energi kontestan. Jika fisik tidak dipersiapkan dengan baik, performa vokal yang seharusnya memukau juri dan penonton berisiko menurun drastis di tengah jalan.
Harapan besar pun dipanjatkan Lesti untuk seluruh calon peserta D’Academy 8. Ia mendoakan agar setiap individu yang berjuang diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran selama mengikuti seluruh tahapan kompetisi. Baginya, melihat kontestan tumbang karena masalah kesehatan saat sedang berjuang mengejar impian adalah hal yang sangat disayangkan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya manajemen kesehatan sebagai salah satu kunci utama untuk bertahan hingga babak final.
Melihat antusiasme para calon bintang masa depan ini, ingatan Lesti seketika melayang ke masa lalu, tepatnya belasan tahun silam saat ia pertama kali menapakkan kaki di panggung yang sama. Rasa syukur yang mendalam menyelimuti hatinya ketika menyadari bagaimana kompetisi ini telah mengubah jalan hidupnya secara drastis. Ia merasa takjub melihat regenerasi penyanyi dangdut yang terus berkembang dari waktu ke waktu, yang membuktikan bahwa musik dangdut tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Lesti mengaku sering tertegun saat menyaksikan perkembangan para peserta muda. Ia teringat betapa kerasnya perjuangan yang harus ia lalui untuk bisa sampai di titik kesuksesan seperti saat ini. Pengalaman tersebut membuatnya sangat menghargai setiap tetes keringat dan air mata yang dikeluarkan oleh para calon peserta. Baginya, setiap panggung audisi dan konser merupakan ladang pembuktian diri bagi mereka yang memiliki mimpi besar untuk mengubah nasib melalui suara.
Lebih lanjut, Lesti menaruh keyakinan besar bahwa semangat yang dibawa oleh peserta D’Academy 8 tidak akan kalah dengan angkatan-angkatan pendahulunya, termasuk peserta D’Academy 7 yang baru saja menyelesaikan perjuangannya. Ia optimis bahwa kerja keras yang dilakukan dengan sungguh-sungguh selama masa karantina dan pelatihan di kompetisi ini akan membuahkan hasil yang manis. Keberhasilan para alumni sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa panggung Indosiar merupakan batu loncatan yang efektif bagi mereka yang benar-benar serius menekuni karier profesional.
Optimisme Lesti juga terpancar saat ia membahas masa depan musik dangdut di tangan generasi muda. Ia percaya bahwa kompetisi ini tidak hanya sekadar ajang mencari pemenang, tetapi juga kawah candradimuka yang melahirkan sosok penyanyi hebat dengan kualitas yang mampu bersaing di industri musik nasional. Lesti menekankan bahwa menjadi penyanyi hebat membutuhkan kombinasi antara bakat alami, kedisiplinan tinggi, dan mental yang kuat untuk menerima kritik dari juri serta penonton.
Dalam pandangan Lesti, panggung D’Academy adalah sebuah kesempatan emas yang tidak datang dua kali. Oleh karena itu, ia berpesan agar para peserta memanfaatkan setiap momen di atas panggung untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Setiap babak adalah kesempatan untuk menunjukkan perkembangan kualitas, baik dari segi musikalitas, penjiwaan lagu, hingga penguasaan panggung. Ia berharap para peserta tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menikmati setiap proses pembelajaran yang ada di dalamnya.
Pesan dari Lesti Kejora ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para peserta D’Academy 8 untuk tetap fokus dan menjaga keseimbangan hidup selama kompetisi. Dengan dukungan fisik yang kuat, mental yang stabil, dan keinginan untuk terus belajar, Lesti yakin bahwa akan lahir bintang-bintang baru yang mampu meneruskan tongkat estafet kejayaan musik dangdut di tanah air. Antusiasme masyarakat pun kini semakin meningkat menantikan siapa saja talenta baru yang akan mencuri perhatian di panggung megah tersebut.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara terus mematangkan persiapan untuk memastikan D’Academy 8 menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan. Kehadiran sosok inspiratif seperti Lesti Kejora diharapkan mampu memberikan warna dan suntikan energi positif, tidak hanya bagi para peserta tetapi juga bagi pemirsa setia yang selalu mengikuti perkembangan ajang pencarian bakat ini dari tahun ke tahun. Kesuksesan yang diraih Lesti saat ini menjadi bukti konkret bahwa dedikasi dan kerja keras di atas panggung kompetisi dangdut mampu membuka gerbang kesuksesan yang luar biasa di industri hiburan Indonesia.











