Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, tak mampu membendung air mata kesedihan. Momen pahit kembali menyelimuti skuad The Three Lions setelah ambisi menjuarai Piala Dunia pupus di babak semifinal.
Kekalahan dramatis dari Argentina menjadi pukulan telak bagi Kane dan rekan-rekannya. Asa untuk melaju ke partai puncak Piala Dunia kali ini harus terhenti di hadapan Albiceleste yang tampil gemilang.
Suasana ruang ganti Inggris dipenuhi raut wajah kecewa. Harry Kane, sebagai pemimpin tim, tampak paling terpukul. Ia terlihat tertunduk lesu, tak bisa menyembunyikan hancurnya perasaan usai pertandingan krusial tersebut.
“Ini adalah momen yang sangat sulit bagi kami semua,” ungkap Kane dengan suara bergetar, usai laga yang digelar di Stadion Lusail, Qatar, pada Rabu (14/12/2022) dini hari WIB. Ia mengakui, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan.
Sang striker Tottenham Hotspur itu merasa bertanggung jawab atas kegagalan timnya. Gol semata wayang yang dicetaknya melalui titik penalti gagal menyelamatkan Inggris dari kebangkitan Argentina. Gol balasan dari lawan membuat skor akhir berpihak pada Argentina.
“Kami sudah berjuang keras, namun pada akhirnya kami tidak cukup baik untuk mencapai final. Ini adalah kekecewaan yang mendalam bagi saya pribadi dan seluruh tim,” tambahnya.
Kane menegaskan, ia dan seluruh pemain telah memberikan segalanya di lapangan hijau. Namun, nasib berkata lain. Argentina terbukti lebih tangguh dan berhasil memanfaatkan setiap peluang yang ada.
“Kami datang ke sini dengan harapan besar, ingin membawa pulang trofi. Tapi mimpi itu kini harus tertunda lagi,” ujar Kane dengan nada lirih. Ia merasa hancur karena gagal memenuhi ekspektasi jutaan penggemar sepak bola Inggris.
Lebih lanjut, Kane juga memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah menunjukkan semangat juang tinggi. Meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan, ia bangga dengan perjuangan tim sepanjang turnamen.
“Kami akan belajar dari kekalahan ini. Ini adalah pelajaran berharga untuk masa depan. Kami harus bangkit dan kembali lebih kuat,” tutupnya dengan nada optimisme yang tersisa di tengah kesedihan mendalam.
Tragedi di semifinal Piala Dunia ini tentu menjadi catatan kelam bagi Harry Kane dan generasi emas Inggris yang digadang-gadang memiliki potensi besar untuk meraih kejayaan di kancah internasional.
