JAKARTA – Penggunaan stablecoin berbasis mata uang rupiah kini digadang-gadang menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Inovasi ini diyakini mampu menjembatani integrasi antara teknologi blockchain yang kian masif dengan sektor ekonomi riil tanpa harus mengorbankan kedaulatan mata uang nasional.
Di tengah meningkatnya permintaan akan sistem pembayaran lintas negara yang lebih cepat dan efisien, stablecoin rupiah muncul sebagai solusi alternatif. Teknologi ini tidak hanya mempermudah proses remitansi, tetapi juga membuka ruang baru bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif di era digital.
CEO IDRX, Nathanael Christian, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya tergarap optimal. Agar sektor ini mampu bersaing di panggung internasional, diperlukan infrastruktur keuangan modern yang mampu menghubungkan pelaku kreatif dengan dunia ekonomi digital secara mulus.
Nathanael menambahkan bahwa stablecoin rupiah berperan krusial sebagai fondasi dasar. Dengan adanya teknologi tersebut, transaksi dapat berjalan lebih efisien, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi aset digital yang tetap berbasis pada nilai rupiah. Hal ini penting untuk menjaga relevansi mata uang Indonesia di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital global.
Potensi ini semakin menguat setelah pengembang stablecoin lokal, IDRX, memamerkan pemanfaatan infrastruktur aset keuangan digital berbasis stablecoin rupiah dalam ajang MASA 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.
Dalam forum berskala internasional itu, IDRX memaparkan dua fungsi utama dari stablecoin rupiah. Pertama, sebagai solusi efisiensi untuk transaksi remitansi lintas negara. Kedua, sebagai instrumen untuk melakukan tokenisasi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para kreator lokal dalam mengelola aset digital mereka. Selain itu, kolaborasi antara sektor teknologi dan ekonomi kreatif ini mendapatkan perhatian positif, termasuk kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umae, yang turut meninjau langsung pengembangan ekosistem tersebut.
Melalui integrasi blockchain yang terarah, Indonesia dinilai siap untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain aktif dalam ekosistem aset digital dunia. Langkah strategis ini menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi finansial di tanah air mulai bergeser ke arah yang lebih produktif dan memiliki dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang.
Ke depan, pemanfaatan stablecoin rupiah diprediksi akan semakin meluas seiring dengan meningkatnya literasi masyarakat terhadap aset kripto dan teknologi pendukungnya. Pemerintah pun terus memantau perkembangan ini agar tetap berada dalam koridor regulasi yang mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.











