SMKN 61 Kepulauan Seribu: Membentuk Nakhoda Tangguh Berstandar Global dari Jantung Maritim Jakarta

Wibowo

Tantangan besar terus membayangi dunia pendidikan kejuruan di Indonesia, khususnya dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja global. Kebutuhan akan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki kompetensi sesuai standar industri terus meningkat, seiring dengan dinamika perubahan dunia kerja yang kian kompetitif dan terkoneksi secara internasional. Sektor maritim, sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, menjadi arena persaingan ketat di mana perusahaan-perusahaan kini mencari tenaga kerja yang langsung siap pakai, dibekali sertifikasi kompetensi dan pengalaman praktik yang memadai, bahkan dari tenaga kerja asing.

Di tengah lanskap persaingan yang ketat ini, SMK Negeri 61 Jakarta tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak talenta maritim berkelas dunia. Berlokasi strategis di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, sekolah ini secara konsisten memperkuat perannya sebagai sekolah vokasi maritim unggulan. SMKN 61 Jakarta mengimplementasikan model pendidikan yang selaras dengan potensi kelautan wilayahnya, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri pelayaran global.

Terobosan signifikan dicapai SMKN 61 Jakarta melalui pengakuan resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Dua jurusan primadonanya, Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga, telah dinyatakan layak dan memenuhi standar internasional untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi calon Perwira Dek (Deck Officer) dan Perwira Mesin (Engineer) Kelas IV. Pengakuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah jaminan bahwa ijazah para lulusan jurusan tersebut akan diterima secara luas di industri pelayaran global, sesuai dengan standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Tohari, mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap dampak positif dari sertifikat approval ini. "Sebelumnya, anak-anak lulusan dari SMKN 61 belum bisa bersaing menjadi perwira. Kalaupun mereka bekerja, posisinya hanya sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Dengan diterimanya sertifikat approval ini, Insya Allah, anak-anak sudah mengantongi namanya ANT 4. Mereka punya sertifikat untuk melanjutkan ke ANT 3, 2, dan 1 sehingga besok punya potensi untuk menjadi perwira di kapal. Bisa jadi kapten," ujar Tohari saat ditemui di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (24/6/2026). Pernyataan ini menegaskan lompatan kualitas yang dicapai sekolah dalam mempersiapkan karier pelaut profesional.

Selain dua jurusan unggulan tersebut, SMKN 61 Jakarta juga menawarkan tiga jurusan lain yang tak kalah strategis, yaitu Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, Kuliner, serta Nautika Kapal Penangkapan Ikan. Jurusan-jurusan ini telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Kelautan dan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap menjadi pelaut tangguh atau pebisnis andal di bidang maritim pada masa depan.

Guna mendukung misi mencetak SDM maritim berstandar internasional, SMKN 61 Jakarta telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang memenuhi standar industri. Di antaranya adalah bridge simulator dan engine simulator canggih, serta berbagai laboratorium penunjang lainnya. Fasilitas ini dirancang khusus untuk membentuk kompetensi teknis siswa secara komprehensif, memastikan mereka siap bersaing di dunia kerja baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, menambahkan bahwa lokasi sekolah di Pulau Tidung menjadi nilai tambah yang tak ternilai bagi para siswa. Mereka tidak hanya terbatas pada pembelajaran teori di dalam kelas, melainkan juga berkesempatan untuk langsung melakukan praktik di laut. Kondisi geografis yang unik ini memungkinkan siswa memahami karakteristik lautan yang sesungguhnya, mulai dari kondisi cuaca, arus, hingga ekosistem perairan. Alhasil, pengalaman belajar menjadi sangat kontekstual dan aplikatif, mempersiapkan mereka menghadapi realitas kerja di laut.

Dalam upaya memperluas peluang kerja bagi lulusannya, SMKN 61 Jakarta aktif mengoperasikan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang secara rutin menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan kerja (LPK). Program penempatan kerja ke luar negeri menjadi salah satu bukti keberhasilan strategi ini. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 30 alumni SMKN 61 telah berhasil ditempatkan di Jepang, berkarier di perusahaan perikanan dan kuliner. Ini menandakan daya saing tinggi lulusan yang mampu menembus pasar tenaga kerja global. Bahkan, untuk tahun 2026 ini, sudah ada 10 siswa yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja serupa ke Jepang.

"Murid kami ada 348 orang, kebanyakan justru dari daratan Jakarta, bukan dari Kepulauan Seribu. Lulusannya sedang kami fokuskan untuk bisa bekerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Taiwan, dan lain-lain, kalau di dalam negeri sudah biasa," jelas Firdaus. Ambisi ini menunjukkan visi sekolah untuk mencetak pelaut dan profesional maritim yang memiliki jangkauan karier internasional.

Meski demikian, Firdaus mengakui bahwa sertifikat keahlian di bidang maritim saja belum sepenuhnya cukup. Berdasarkan pengalaman siswa yang pernah magang di luar negeri, masih terdapat catatan pada aspek kemandirian bekerja dan penguasaan bahasa di negara tujuan. "Memang yang jadi masalah ketika siswa itu berangkat ke luar negeri adalah kemandiriannya yang tidak bisa jauh dari orang tua. Masalah bahasa juga," tutur Firdaus.

Untuk mengatasi kendala ini, SMKN 61 Jakarta menerapkan sistem pendidikan ketarunaan yang mengedepankan kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab. Pola pendidikan ini dirancang untuk membentuk para taruna menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang tinggi. Nilai-nilai ini sangat krusial dan diperlukan dalam menghadapi dunia kerja maritim yang penuh tantangan, baik di dalam maupun luar negeri.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa pengakuan internasional terhadap dua jurusan unggulan SMKN 61 Jakarta, ditambah dengan kesuksesan para alumninya yang telah berkarya di luar negeri, merupakan bukti nyata bahwa sekolah yang berlokasi di pulau kecil pun mampu menghasilkan sumber daya manusia kelas dunia. Kemendikdasmen, lanjut Yudhistira, terus menggodok sejumlah langkah penguatan pendidikan. Ini mencakup pembangunan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan pendidikan karakter, yang akan diterapkan pada 44 sekolah negeri dan sembilan sekolah swasta di Kepulauan Seribu melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Agama.

"Pendekatan pertama adalah pembangunan infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 sekolah dan ke depan akan diprioritaskan untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), wilayah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan," kata Yudhistira. Komitmen ini menunjukkan dukungan pemerintah yang kuat dalam mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki potensi maritim besar.

Dengan komitmen kuat dari SMKN 61 Jakarta, dukungan pemerintah, serta potensi geografis Kepulauan Seribu, sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga nakhoda dan profesional maritim masa depan yang mampu bersaing di panggung global. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat menjadi motor penggerak untuk kemajuan ekonomi maritim dan peningkatan kualitas SDM bangsa.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All