Smartwatch Global Tunjukkan Pertumbuhan 4%, Apple Pertahankan Dominasi Pasar di Awal 2026

Yohanes

Pasar jam tangan pintar global mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif, mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama. Lonjakan ini didorong oleh permintaan konsumen yang tinggi terhadap perangkat premium dengan fitur kesehatan canggih, serta pemulihan pasar di Tiongkok yang turut berkontribusi signifikan. Di tengah dinamika pasar yang kompetitif, Apple kembali membuktikan kekuatannya dengan memimpin pangsa pasar smartwatch global.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset terkemuka, Counterpoint Research, pertumbuhan 4 persen pada kuartal I 2026 menunjukkan adanya momentum pemulihan bagi industri wearable ini. Kenaikan pengiriman global ini tidak terlepas dari beberapa faktor pendorong utama. Pertama, kesadaran konsumen akan pentingnya pemantauan kesehatan secara proaktif semakin meningkat, mendorong permintaan perangkat yang dilengkapi sensor mutakhir dan kemampuan analisis data kesehatan yang mendalam. Smartwatch kini bukan lagi sekadar penunjuk waktu, melainkan alat esensial untuk gaya hidup sehat.

Selain itu, pemulihan ekonomi dan kebijakan stimulus dari pemerintah di beberapa negara, khususnya Tiongkok, turut memberikan angin segar bagi pasar perangkat elektronik, termasuk smartwatch. Subsidi yang diberikan pemerintah Tiongkok untuk perangkat elektronik mendorong peningkatan konsumsi domestik, yang berdampak positif pada volume penjualan global.

Dalam lanskap persaingan yang semakin ketat, Apple Inc. kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar smartwatch dunia. Raksasa teknologi asal Cupertino ini berhasil menguasai 23 persen pangsa pasar global pada periode Januari hingga Maret 2026. Pertumbuhan pengiriman Apple Watch tercatat melonjak signifikan, mencapai 21 persen secara tahunan, menjadikannya merek dengan pertumbuhan tercepat di antara sepuluh besar vendor jam tangan pintar global.

Amerika Utara masih menjadi pasar terbesar bagi Apple Watch, menyumbang lebih dari separuh total pengiriman global. Namun, akselerasi pertumbuhan yang paling pesat justru terlihat di pasar China dan Eropa. Keberhasilan Apple dalam menarik konsumen baru maupun mempertahankan pengguna lama tidak lepas dari inovasi berkelanjutan, terutama dalam penyematan fitur kesehatan terkini. Varian yang lebih terjangkau seperti Apple Watch SE 3 juga memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan pasar, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara fitur canggih dan harga yang kompetitif.

Di posisi kedua, Huawei berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain utama di pasar smartwatch global. Perusahaan teknologi asal Shenzhen ini menguasai 17 persen pangsa pasar pada kuartal pertama 2026. Kinerja pengiriman jam tangan pintar Huawei juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dominasi Huawei bahkan lebih terasa di pasar domestik Tiongkok, di mana mereka berhasil merebut sekitar 40 persen pangsa pasar smartwatch, menunjukkan kekuatan merek dan ekosistem produk mereka di negara asalnya.

Xiaomi menempati urutan ketiga dengan meraih 10 persen pangsa pasar global, dibarengi dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9 persen. Merek ini terus menunjukkan daya saingnya melalui produk-produk yang menawarkan nilai tambah baik dari segi fitur maupun harga. Posisi keempat ditempati oleh Imoo, sebuah merek yang mengkhususkan diri pada smartwatch untuk anak-anak. Popularitas Imoo di Tiongkok tercermin dari pangsa pasar global sebesar 7 persen dan pertumbuhan 2 persen YoY.

Sementara itu, Samsung menutup jajaran lima besar vendor smartwatch global dengan mengantongi 5 persen pangsa pasar. Meskipun demikian, laporan Counterpoint Research mencatat adanya kontraksi yang cukup signifikan pada performa pengiriman Samsung Watch, yaitu penurunan hingga 28 persen YoY. Penyebab pasti di balik penurunan tajam ini tidak dirinci lebih lanjut oleh pihak Counterpoint, namun hal ini menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi Samsung dalam mempertahankan pangsa pasarnya di segmen ini.

Tren kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) juga menjadi catatan penting dalam laporan tersebut. Harga jual rata-rata smartwatch secara global mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh adopsi sensor yang lebih canggih, integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI), serta kapabilitas pemantauan kesehatan yang semakin komprehensif. Di pasar negara berkembang seperti India, pergeseran preferensi konsumen dari perangkat kelas entri ke segmen premium juga turut mendongkrak nilai rata-rata pasar.

Anshika Jain, Principal Analyst di Counterpoint Research, menyoroti bahwa pencapaian pada kuartal awal 2026 ini menandakan industri jam tangan pintar global mulai menemukan kembali momentum pertumbuhannya. Hal ini sangat relevan mengingat perlambatan yang sempat dialami sepanjang tahun 2024 lalu. Dengan inovasi berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran konsumen akan manfaat kesehatan, pasar smartwatch diprediksi akan terus berkembang di masa mendatang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All