Selat Hormuz Kembali Memanas: Kapal Tanker Dihantam Rudal, AS Tuding Garda Revolusi Iran

Wibowo

Insiden penyerangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz kembali memicu ketegangan di kawasan strategis tersebut. Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan diserang rudal pada Senin malam.

Dua pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran diduga kuat sebagai pelaku serangan tersebut. Menurut mereka, dua kapal tanker minyak menjadi sasaran dua rudal saat melintasi Selat Hormuz.

Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada kedua kapal tanker. Namun, kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa ini terjadi di sebelah timur Limah, Oman. Hingga berita ini diturunkan, IRGC Iran belum memberikan komentar resmi terkait tudingan tersebut.

Di sisi lain, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan informasi yang sedikit berbeda. Pada Selasa pagi, UKMTO mengonfirmasi hanya satu kapal tanker minyak yang diserang oleh proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada malam sebelumnya. UKMTO tidak secara spesifik menyebut IRGC sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan yang kerap terjadi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dunia. Posisi geografisnya yang sempit menjadikan selat ini rentan terhadap manuver militer dan potensi gangguan pasokan energi global.

Ketegangan antara Iran dan AS, serta sekutunya, telah lama membayangi stabilitas di kawasan Teluk Persia. Berbagai insiden, mulai dari penyitaan kapal hingga tudingan pelanggaran wilayah, kerap mewarnai hubungan bilateral kedua negara.

Serangan rudal terhadap kapal tanker minyak ini tentu akan menjadi perhatian serius komunitas internasional. Potensi eskalasi konflik di kawasan ini selalu menjadi kekhawatiran utama, mengingat dampaknya yang luas terhadap perekonomian global, terutama pasokan energi.

Pihak berwenang terkait terus berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Investigasi mendalam diharapkan dapat mengungkap pelaku sebenarnya dan motif di balik serangan ini.

Situasi di Selat Hormuz kini kembali menjadi sorotan utama. Ketegangan yang memanas ini menuntut kehati-hatian dari semua pihak yang terlibat agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All