Saham COAL Disuspensi, Black Diamond Resources Terpuruk Tanpa Pendapatan di Awal 2026

Emanuel

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) menghadapi masa sulit pada kuartal I-2026. Emiten batu bara tersebut mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan dengan membukukan kerugian bersih yang cukup dalam.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, perusahaan mencatat kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,23 miliar per Maret 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mampu menorehkan laba bersih sebesar Rp5,35 miliar.

Kondisi keuangan yang memburuk ini dipicu oleh nihilnya pendapatan usaha sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Perusahaan mencatat pendapatan Rp0, angka yang sangat kontras dibandingkan kuartal I-2025 yang mencapai Rp126,52 miliar.

Sejalan dengan absennya aktivitas penjualan, perusahaan juga tidak membukukan laba bruto sama sekali. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama tahun sebelumnya, COAL masih mencatatkan laba bruto sebesar Rp19,74 miliar.

Dari sisi operasional, arus kas perusahaan juga berada dalam tekanan. Perseroan mencatat arus kas operasi negatif sebesar Rp13,79 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi permodalan pun ikut tergerus, dengan posisi kas dan setara kas per Maret 2026 hanya tersisa Rp233 juta. Angka ini menyusut signifikan dari posisi akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp14,29 miliar.

Beban kewajiban perusahaan masih tergolong besar. Hingga saat ini, COAL diketahui masih memiliki tanggungan utang bank jangka pendek sebesar Rp195 miliar. Sementara itu, total aset perusahaan tercatat berada di level Rp824,79 miliar.

Di tengah situasi kinerja keuangan yang sedang lesu, perdagangan saham COAL saat ini sedang tidak aktif. Bursa Efek Indonesia telah menetapkan suspensi terhadap saham perusahaan. Dalam catatan perdagangan terakhir sebelum dihentikan sementara, harga saham COAL terparkir di level Rp22 per lembar.

Investor saat ini masih menanti langkah strategis dari manajemen untuk memulihkan operasional bisnis mereka. Ketidakpastian mengenai keberlanjutan pendapatan menjadi sorotan utama bagi para pemegang saham, mengingat perusahaan tidak mencatatkan satu rupiah pun dari penjualan selama periode awal tahun ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari manajemen Black Diamond Resources mengenai rencana perbaikan kinerja atau langkah penyelesaian masalah utang bank jangka pendek yang membebani neraca keuangan perusahaan. Publik kini menunggu bagaimana emiten tersebut akan bangkit dari tekanan finansial yang tengah melanda.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All