Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 13-17 Juli 2026 menunjukkan dinamika yang kontras. Di tengah lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 4,42 persen, beberapa emiten berhasil mencatatkan keuntungan signifikan, sementara yang lain justru terperosok dalam kerugian.
Berdasarkan data yang dihimpun, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu emiten yang memberikan imbal hasil tertinggi bagi para pemegangnya. Saham GOTO tercatat melesat 38,46 persen sepanjang pekan tersebut. Kenaikan ini menempatkan GOTO pada posisi teratas daftar saham paling cuan, melampaui emiten lain seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang menguat 28,57 persen dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 20,37 persen.
Performa impresif GOTO ini tentu menjadi sorotan, mengingat pergerakannya yang fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini memberikan angin segar bagi investor yang memegang saham teknologi raksasa tersebut.
Namun, euforia keuntungan tidak dirasakan oleh seluruh investor. Sebaliknya, beberapa saham justru mengalami pelemahan yang cukup dalam. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sendiri, meski menjadi saham paling cuan, juga tercatat sebagai saham yang paling boncos atau merugi dalam periode yang sama. Hal ini mengindikasikan adanya volatilitas ekstrem pada saham GOTO.
Selain GOTO yang mengalami dua sisi mata uang, emiten lain yang turut menghuni daftar saham merugi antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkoreksi 9,82 persen dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang melemah 9,79 persen. Pergerakan negatif ini menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat pada saham-saham tersebut.
Analis pasar modal, William Surya Wijaya, menyoroti bahwa lonjakan IHSG yang signifikan merupakan respons positif terhadap sentimen ekonomi makro yang membaik. “Penguatan IHSG ini didorong oleh berbagai faktor positif, termasuk kebijakan moneter yang akomodatif dan aliran dana asing yang masuk,” ujar William dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa meskipun secara umum pasar bullish, pemilihan saham yang tepat tetap krusial untuk memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko kerugian.
Perbedaan kinerja antar emiten ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio investasi. Investor perlu cermat dalam menganalisis fundamental dan prospek masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis seperti yang terlihat pada pekan 13-17 Juli 2026.
