Marc Marquez biasanya tidak terkalahkan di atas kendaraan roda dua bermesin. Namun, situasinya berubah drastis ketika ia harus mengayuh sepeda bersama juara Tour de France, Tadej Pogacar. Dalam pertemuan unik tersebut, sang juara MotoGP ini harus mengakui keunggulan fisik sang pesepeda profesional.
Aksi bersepeda ini bukan sekadar hobi biasa bagi Marquez. MotoGP memang dikenal memiliki banyak pembalap yang gemar bersepeda sebagai sarana latihan. Selain Marquez, pembalap seperti Cal Crutchlow dan Jorge Martin adalah penggemar berat olahraga ini. Bahkan, Aleix Espargaro secara resmi bergabung dengan tim profesional Lidl-Trek setelah pensiun dari dunia balap motor.
Pertemuan antara Marquez dan Pogacar ini sejatinya merupakan bagian dari kampanye promosi Insta360. Keduanya bekerja sama dengan UAE Team Emirates XRG untuk mendokumentasikan momen tersebut melalui kamera aksi yang terpasang di sepeda mereka. Publikasi konten ini terasa sangat tepat waktu karena ajang bergengsi Tour de France akan segera dimulai di Barcelona pada 4 Juli mendatang.
Tadej Pogacar sendiri bukan sosok sembarangan. Pembalap asal Slovenia ini telah mengoleksi empat gelar juara Tour de France. Prestasinya di dunia balap sepeda sangat fenomenal, termasuk memenangkan kejuaraan dunia dan Tour de France di tahun yang sama selama dua musim beruntun pada 2024 dan 2025. Ia kini bersiap menghadapi rival terberatnya, Jonas Vingegaard, yang baru saja menjuarai Giro d’Italia.
Bagi Marquez, pengalaman bersepeda bersama atlet sekaliber Pogacar memberikan tantangan fisik yang jarang ia temui di lintasan balap. Meski biasanya mendominasi, kali ini sang pembalap Ducati Lenovo Team tersebut harus menelan pil pahit karena kalah tenaga dari sang juara dunia sepeda.
Di sisi lain, Marquez kini sedang fokus mengejar ketertinggalan 40 poin dari Jorge Martin di klasemen MotoGP. Ia akan segera bertolak ke Jerman untuk berlaga di Sachsenring, sirkuit favoritnya di mana ia telah mencatatkan 9 kemenangan di kelas utama. Jika berhasil memangkas selisih poin dan meraih gelar juara dunia kedelapan, Marquez akan menyamai rekor Giacomo Agostini.
Terlepas dari tujuan komersial di balik kolaborasi ini, pertemuan tersebut menjadi momen bersejarah. Dunia menyaksikan dua atlet terbaik di bidangnya masing-masing berbagi jalur yang sama. Baik di aspal sirkuit maupun jalanan pegunungan, keduanya tetaplah legenda yang mampu memacu kendaraan roda dua hingga batas maksimal kemampuan manusia.











