AC Milan di bawah nahkoda baru Ruben Amorim dilaporkan tengah berupaya keras memperkuat sektor krusial di lini tengah mereka menjelang dimulainya kompetisi musim baru. Sang pelatih asal Portugal ini disebut telah menetapkan Morten Hjulmand, gelandang muda sensasional asal Denmark, sebagai target utama dalam perburuan pemain di bursa transfer musim panas. Hjulmand diproyeksikan menjadi jangkar permainan vital yang akan menopang formasi 3-4-2-1 yang tengah digodok Amorim.
Keputusan Amorim untuk membidik Hjulmand bukan tanpa alasan kuat. Pengalamannya sebagai pemain kunci dan pemimpin di lini tengah Sporting CP, klub yang baru saja ia tinggalkan, menjadi nilai tambah tersendiri. Laporan dari Bola mengindikasikan bahwa Amorim melihat Hjulmand sebagai elemen yang sangat dibutuhkan untuk mendongkrak daya saing AC Milan di Liga Italia. Profil Hjulmand yang dinilai ideal dengan filosofi sepak bola menyerang dan agresif ala Amorim, menjadi pertimbangan utama.
Morten Hjulmand, yang saat ini bermain untuk Sporting CP, dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa sebagai seorang regista transisional. Ia piawai dalam memutus aliran serangan lawan sekaligus mampu menjadi motor penggerak dalam fase transisi menyerang. Kemampuan ini sangat selaras dengan skema permainan yang diinginkan Amorim, yang menekankan pressing tinggi dan penguasaan bola. Faktor kedekatan emosional dan pemahaman taktik yang telah terjalin erat antara Amorim dan Hjulmand selama di Portugal, disinyalir menjadi dorongan kuat di balik manuver transfer ini.
Sejak didatangkan dari Lecce pada tahun 2023 dengan mahar 20 juta euro, Morten Hjulmand telah menunjukkan perkembangan performa yang impresif di bawah asuhan Ruben Amorim di Sporting CP. Ia tidak hanya menjelma menjadi pemain andalan, tetapi juga dipercaya menyandang ban kapten, menandakan statusnya sebagai pemimpin di tim. Lonjakan nilai pasarnya yang dikabarkan melonjak hingga tiga kali lipat dari harga pembeliannya, mencerminkan performa gemilangnya di lapangan.
Kini, keinginan Amorim untuk kembali bekerja sama dengan mantan anak didiknya di San Siro tampaknya menemui momentum yang tepat. Situasi finansial AC Milan yang kabarnya mulai membaik serta adanya kesepakatan internal antara Hjulmand dan manajemen Sporting CP, membuka peluang negosiasi yang lebih realistis. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tahun lalu, Sporting CP disebut bersedia melepas Hjulmand pada tahun 2026 dengan harga preferensial sebesar 45 juta euro atau sekitar Rp 920,3 miliar.
Angka 45 juta euro ini merupakan potongan harga yang signifikan dibandingkan dengan klausul pelepasannya yang sebenarnya dipatok di angka 80 juta euro. Namun, nominal tersebut tetap saja menjadi tantangan finansial yang tidak ringan bagi manajemen AC Milan. Terlebih lagi, klub berjuluk Rossoneri ini harus mengelola anggaran secara cermat, mengingat mereka tidak mendapatkan suntikan dana dari partisipasi di kompetisi Liga Champions musim depan.
Menyadari potensi kendala terkait nilai transfer Hjulmand, manajemen AC Milan dilaporkan telah menyiapkan rencana cadangan. Salah satu opsi yang mulai dilirik adalah memantau talenta muda yang berkarier di kompetisi domestik Italia, Serie A. Nama Samuele Ricci, gelandang muda Torino, disebut-sebut masuk dalam daftar buruan alternatif. Keunggulan Ricci adalah pemahamannya yang mendalam terhadap atmosfer dan kultur taktis Serie A, yang bisa mempermudah proses adaptasinya di San Siro.
Proses rekrutmen pemain di bursa transfer musim panas ini menjadi ujian penting bagi AC Milan di bawah kepemimpinan baru. Keberhasilan mendatangkan pemain berkualitas seperti Morten Hjulmand, atau alternatif yang tak kalah menjanjikan, akan sangat menentukan daya saing tim di musim mendatang. Pertarungan di lini tengah, yang seringkali menjadi penentu hasil pertandingan, akan semakin sengit dengan potensi kedatangan pemain-pemain baru yang memiliki talenta dan visi bermain yang matang.
Pergerakan AC Milan di bursa transfer tidak hanya menjadi perhatian para penggemar, tetapi juga sorotan bagi tim-tim rival di Serie A. Upaya memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain-pemain berpotensi tinggi seperti Hjulmand menunjukkan ambisi besar klub untuk kembali merajai kompetisi domestik maupun Eropa. Peran Ruben Amorim sebagai arsitek taktik baru akan sangat krusial dalam meramu skuad yang solid dan mampu bersaing di level tertinggi.











