Jakarta – Pusat pelatihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Cipayung tengah berbenah dengan melakukan rotasi strategis yang melibatkan dua atlet seniornya, Apriyani Rahayu dan Muhammad Rian Ardianto. Keduanya kini akan menempuh babak baru dalam karier bulu tangkis mereka, berpindah sektor dan mendapatkan pasangan baru yang diharapkan dapat mendongkrak performa tim Merah Putih di kancah internasional. Keputusan ini mencerminkan upaya PBSI untuk terus mencari formula terbaik demi prestasi bulu tangkis Indonesia di masa depan.
Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii di sektor ganda putri, secara resmi mengumumkan perpindahannya ke sektor ganda campuran. Dalam babak baru ini, Apriyani akan berduet dengan Dejan Ferdinansyah, salah satu talenta muda yang telah menunjukkan potensinya. Pasangan Dejan/Apriyani direncanakan akan melakukan debut perdana mereka di ajang Taipei Open 2026, yang akan berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Turnamen ini akan menjadi panggung pertama bagi mereka untuk menguji kekuatan dan kekompakan di bawah bendera PBSI.
Pelatih ganda campuran, Rionny Mainaky, menyambut positif kehadiran Apriyani di sektor yang ia tangani. Rionny menekankan pentingnya adaptasi cepat bagi Apriyani agar dapat segera menyatu dengan pola permainan ganda campuran dan tandem barunya. Proses perpindahan Apriyani ke ganda campuran ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui serangkaian diskusi dan persetujuan dari berbagai pihak.
"Awalnya memang ada permintaan dari Dejan untuk mau berpasangan dengan Apri di ganda campuran dan Apri pun bersedia untuk pindah sektor. Saya diskusi dengan Karel (Mainaky), kepala pelatih dan Kabid Binpres akhirnya disetujui," jelas Rionny Mainaky, menggambarkan proses di balik keputusan penting ini. Permintaan dari Dejan menunjukkan adanya keyakinan akan potensi besar yang bisa dicapai bersama Apriyani.
Rionny Mainaky juga tak ragu melontarkan pujian terhadap karakter Apriyani yang dikenal sebagai pekerja keras dan selalu memiliki pikiran positif. Ia mengenang bagaimana Apriyani menunjukkan semangat juang yang luar biasa saat ia mendampinginya sebagai Kabid Binpres di Olimpiade Tokyo. "Saat di Olimpiade Tokyo, saya sebagai Kabid Binpres saat itu mendampingi Apri (serta Greysia Polii) melihat bagaimana kerja kerasnya dia, fight-nya dia jadi sekarang ayo di sini kita lakukan sama-sama lagi seperti itu," harap Rionny, menaruh ekspektasi tinggi pada Apriyani untuk membawa etos kerja serupa ke sektor ganda campuran.
Pelatih Rionny juga menegaskan bahwa pasangan Dejan/Apriyani bukanlah formasi coba-coba, melainkan memiliki target tinggi ke depan. Dengan pengalaman yang dimiliki Apriyani serta kemampuan Dejan yang disebut Rionny "bukan kelas yang sembarangan" dan sudah pernah bersaing di level atas, kedua pemain diharapkan dapat menjawab tantangan dengan komitmen dan tanggung jawab penuh. "Pasangan ini bukan coba-coba karena memang Dejan juga bukan kelas yang sembarangan, dia sudah bisa dan sudah pernah bersaing di atas. Jadi saya anggap kita punya peluang," tambah Rionny optimistis.
Perubahan ini tentu membawa dampak domino bagi pasangan sebelumnya. Dengan Dejan Ferdinansyah kini berpasangan dengan Apriyani, mantan partner Dejan, Bernadine Anindya Wardana, juga akan mendapatkan pasangan baru. Bernadine akan berduet dengan Verrell Yustin Mulia. Pasangan Verrell/Bernadine ini juga dijadwalkan akan menjalani debutnya pada ajang Taipei Open 2026 mendatang, menandai awal baru bagi mereka di kancah internasional.
Sementara itu, di sektor ganda putra, Muhammad Rian Ardianto juga akan menghadapi tantangan baru dengan pasangan berbeda untuk beberapa turnamen ke depan. Rian akan berduet dengan Daniel Edgar Marvino. Pasangan Rian/Daniel Edgar ini direncanakan akan melakukan debut mereka pada ajang Taipei Open Super 300, sebuah turnamen yang akan menjadi ajang pembuktian pertama bagi kombinasi baru ini.
Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, melihat potensi yang menjanjikan dalam diri Daniel Edgar. Namun, Daniel masih membutuhkan bimbingan dan mentor di lapangan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuannya secara optimal. Di sinilah peran Rian Ardianto menjadi sangat krusial. "Dengan pengalaman, jam terbang dan skill yang dimiliki Rian, saya harap Rian bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian," kata Antonius, menjelaskan harapan besar yang diletakkan pada pundak Rian sebagai senior.
Langkah strategis PBSI ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam melakukan regenerasi dan optimalisasi potensi atlet. Perpindahan sektor Apriyani Rahayu, yang dikenal dengan kekuatan dan mental juaranya, diharapkan dapat memberikan warna baru dan kekuatan tambahan bagi sektor ganda campuran Indonesia yang membutuhkan regenerasi. Kehadiran Apriyani dengan segudang pengalamannya di level tertinggi dapat menjadi inspirasi sekaligus pendorong bagi Dejan untuk mencapai puncak prestasi.
Di sisi lain, peran Rian Ardianto sebagai mentor bagi Daniel Edgar Marvino menunjukkan komitmen PBSI dalam membangun fondasi ganda putra yang kuat di masa depan. Kombinasi antara pengalaman dan energi muda seringkali menjadi kunci sukses dalam dunia bulu tangkis. Diharapkan, Daniel dapat menyerap ilmu dan pengalaman berharga dari Rian, yang telah malang melintang di berbagai turnamen penting, sehingga dapat segera menembus jajaran elite dunia.
Secara keseluruhan, keputusan PBSI untuk melakukan rotasi pasangan ini adalah langkah berani yang didasari oleh perhitungan matang dan harapan akan prestasi yang lebih gemilang. Taipei Open 2026 akan menjadi ujian pertama bagi ketiga pasangan baru ini. Seluruh mata pecinta bulu tangkis Indonesia akan tertuju pada penampilan perdana mereka, berharap ini adalah awal dari babak baru yang penuh kesuksesan bagi bulu tangkis tanah air. Komitmen tinggi dan kerja keras dari para atlet dan pelatih akan menjadi kunci untuk mewujudkan target-target ambisius yang telah ditetapkan.











