Aktor berbakat Ridho Khaliq berhasil mencuri perhatian publik melalui penampilannya yang memukau sebagai Ringgo dalam film terbaru "Tanah Runtuh". Film yang digarap oleh sutradara ternama Rudi Soedjarwo ini tidak hanya menyajikan cerita yang mengharukan, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang cinta, kehangatan keluarga, serta ketulusan di tengah kompleksitas kehidupan modern. Kehadiran Ridho Khaliq sebagai tokoh sentral menambah dimensi emosional yang kuat pada narasi film ini.
Karakter Ringgo, yang diperankan dengan penuh penghayatan oleh Ridho Khaliq, memegang peranan krusial dalam menggerakkan alur cerita "Tanah Runtuh". Berbeda dari penggambaran yang cenderung menimbulkan rasa iba atau sekadar menjadi simbol inspirasi, Ringgo dihadirkan sebagai sosok manusia utuh. Ia digambarkan memiliki spektrum emosi yang kaya, mulai dari ketakutan, kasih sayang, hingga ketulusan yang menjadi jantung kekuatan emosional film tersebut. Penggambaran ini, seperti diungkapkan dalam sumber Detik Hot, bertujuan untuk menunjukkan bahwa setiap individu, terlepas dari kondisinya, memiliki kedalaman emosi dan kapasitas untuk merasakan.
Kolaborasi antara Ridho Khaliq dan aktor utama Vino G Bastian dalam film ini memberikan pengalaman berharga bagi Vino. Ia mengungkapkan bahwa berinteraksi dengan Ridho selama proses syuting mengajarkannya banyak hal, terutama mengenai kejujuran yang murni dalam cara Ridho memandang dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Vino G Bastian menuturkan, "Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan dalam cara Ringgo melihat dunia, sesuatu yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini." Ia menambahkan, "Kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain." Pernyataan ini menyoroti bagaimana kesederhanaan pandangan Ridho dapat menjadi pengingat berharga bagi orang dewasa yang seringkali terperangkap dalam kerumitan hidup.
Menariknya, Ridho Khaliq sendiri memberikan perspektif polos namun menyentuh mengenai karakternya. Dengan lugas, ia menjelaskan kepribadian Ringgo dari sudut pandangnya. "Ringgo itu sayang sama ibu, sayang sama Kai, dan sayang sama semua orang. Aku senang bisa jadi Ringgo. Aku juga senang punya banyak teman baru," ujar Ridho, yang disambut dengan hangat oleh para tamu dan awak media. Ekspresi tulusnya ini menegaskan esensi karakter yang ia bawakan, yaitu cinta tanpa syarat dan penerimaan terhadap lingkungan sekitar.
Sutradara Rudi Soedjarwo turut mengamini dampak positif karakter Ringgo dalam proses kreatif film. Selama masa produksi, Rudi mengaku banyak belajar mengenai esensi kehidupan yang sederhana dari cara Ringgo memandang dunia. "Justru yang paling saya pelajari dari Ringgo adalah cara dia melihat dunia. Dia tidak melihat banyak sekat, tidak melihat kerumitan. Dia hanya tahu cara menyayangi orang-orang yang dia cintai," ujar Rudi. Ia menambahkan, "Kadang orang dewasa justru terlalu sibuk dan terlalu rumit. Lewat Ringgo, saya diingatkan lagi bahwa hal-hal yang paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana." Perspektif ini menjadi salah satu pilar artistik yang ingin disampaikan Rudi melalui karyanya.
Produser Denny Siregar menegaskan bahwa film "Tanah Runtuh" tidak menjadikan kondisi Down Syndrome sebagai daya tarik utama cerita. Sebaliknya, kehadiran Ringgo bertujuan untuk membuka cakrawala pandang penonton, mengajak mereka melihat sisi kemanusiaan secara lebih jernih dan mendalam. "Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan. Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus," jelas Denny. Penekanan ini menunjukkan upaya untuk menyajikan narasi yang inklusif dan kaya makna, melampaui stereotip yang mungkin melekat.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh aktris Yoan, yang memerankan karakter Kai, adik dari Ringgo. Ia mengungkapkan bahwa Ridho Khaliq menjadi sumber inspirasi baginya. "Aku justru banyak belajar dari Ridho. Dia mengajarkan saya untuk lebih sabar, lebih tenang, dan lebih menikmati momen. Kadang orang dewasa terlalu banyak berpikir, sementara Ridho punya cara melihat dunia yang lebih sederhana dan tulus," tutur Yoan. Kolaborasi mereka di layar kaca diharapkan dapat memancarkan dinamika hubungan persaudaraan yang kuat dan otentik.
Secara garis besar, film "Tanah Runtuh" mengisahkan perjalanan emosional Kai yang berusia 9 tahun bersama kakaknya, Ringgo yang berusia 11 tahun. Kisah bermula ketika kedua bersaudara ini terpisah dari ibu mereka, Emmy, akibat konflik agama yang melanda Desa Tanah Runtuh di Poso, Sulawesi Tengah. Dalam upaya putus asa untuk menemukan kembali sang ibu, mereka melakukan perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di wilayah yang dilanda konflik.
Dalam perjalanan penuh risiko tersebut, takdir mempertemukan mereka dengan Idham, seorang petugas yang ditugaskan untuk menangani kerusuhan di wilayah itu. Pertemuan tak terduga ini ternyata mengusik hati Idham, mendorongnya untuk berjanji membantu misi pencarian kedua anak tersebut. Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Idham, Ringgo, dan Kai berkembang menjadi sebuah ikatan keluarga yang tak terduga, memberikan kekuatan dan harapan di tengah situasi yang pelik dan penuh ketidakpastian.
Film "Tanah Runtuh" didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia, selain Vino G Bastian dan Ridho Khaliq. Nama-nama seperti Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo turut memperkaya kualitas akting dalam film ini. "Tanah Runtuh" dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai tanggal 25 Juni 2026, siap menyentuh hati para penonton dengan kisah ketulusan dan perjuangan yang inspiratif.











