Kabar mengejutkan datang dari bursa pembalap MotoGP. Juara dunia 2020, Joan Mir, resmi dipastikan akan meninggalkan Honda untuk bergabung dengan tim Gresini Ducati mulai musim 2027.
Keputusan ini mengikuti jejak mantan rekan setimnya, Marc Marquez, yang sukses membangkitkan kariernya bersama Gresini pada 2024 silam. Kala itu, Marquez mencatatkan tiga kemenangan sebelum akhirnya pindah ke tim pabrikan Ducati dan meraih gelar juara dunia.
Bersama Gresini, Joan Mir akan menjadi ujung tombak tim. Ia bakal berbagi garasi dengan pembalap rookie, Dani Holgado, yang kontraknya juga baru saja diumumkan secara resmi pagi ini.
Formasi baru ini menggantikan Alex Marquez yang akan pindah ke KTM, serta Fermin Aldeguer yang dipastikan berlabuh ke VR46 Ducati. Perombakan ini dilakukan menyambut era baru regulasi 850cc dan penggunaan ban Pirelli.
Pemilik tim, Nadia Padovani, menyambut antusias kehadiran dua pembalap baru tersebut. Menurutnya, meski banyak perubahan di tahun depan, esensi tim Gresini Racing tetap tidak akan berubah.
Padovani menegaskan bahwa timnya terus berupaya berkembang dari musim ke musim. Ia menaruh kepercayaan besar kepada Mir dan Holgado untuk memberikan hasil maksimal di lintasan.
Bagi Padovani, Dani Holgado adalah sosok yang sudah lama dipantau oleh tim. Sementara Joan Mir merupakan juara dunia yang rekam jejaknya sudah tidak perlu diragukan lagi.
Tim Gresini berkomitmen menjadi titik referensi bagi keduanya. Satu pembalap memulai perjalanan karier, sementara lainnya berambisi menemukan kembali performa terbaiknya setelah masa sulit di Honda.
Sebelum mencapai kesepakatan dengan Gresini, Mir sempat dikaitkan dengan Trackhouse Aprilia. Opsi tersebut muncul agar ia bisa reuni dengan mantan manajer tim Suzuki, Davide Brivio.
Namun, dinamika bursa transfer membuat Gresini menjadi destinasi paling realistis. Menariknya, perpindahan ini mempertemukan kembali Mir dengan kepala kru andalannya saat juara di Suzuki, Frankie Carchedi.
Perjalanan karier Mir memang mengalami pasang surut sejak bergabung dengan Honda pada 2023. Ia sempat terpuruk di posisi ke-22 dan ke-23 dalam klasemen akhir selama dua musim terakhir.
Meski sempat menunjukkan kilasan kecepatan dengan meraih podium di Motegi dan Sepang tahun lalu, ia masih berjuang keras musim ini. Hingga sepuluh seri berjalan, Mir baru menyelesaikan empat balapan dan kini menempati posisi ke-18 di klasemen sementara.
Langkah berani ke Gresini Ducati diharapkan menjadi titik balik bagi sang juara dunia tersebut. Dunia balap kini menanti apakah Mir bisa kembali ke performa puncak saat menunggangi motor Ducati di masa depan.











