Reformasi Polri Berbuah Manis: Kepercayaan Publik Capai 82,4 Persen Menurut Litbang Kompas

Heni Maulidya

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, mencapai 82,4 persen. Angka tersebut terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Litbang Kompas, melonjak drastis dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 76,2 persen. Capaian ini menjadi indikator kuat penerimaan publik terhadap berbagai upaya pembenahan dan reformasi yang telah digulirkan oleh institusi penegak hukum tersebut.

Selain lonjakan kepercayaan, survei Litbang Kompas juga mencatat bahwa citra positif Polri kini berada di angka 71,5 persen. Angka ini menegaskan bahwa kerja keras korps Bhayangkara dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme mulai membuahkan hasil yang nyata di mata masyarakat. Peningkatan ini tidak hanya sekadar statistik, melainkan cerminan dari persepsi publik yang semakin positif terhadap kinerja kepolisian di tengah dinamika sosial dan keamanan.

Menanggapi hasil survei tersebut, Dr. Edi Hasibuan, seorang pemerhati hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta, menyampaikan apresiasinya yang tinggi. Menurut dosen pascasarjana tersebut, hasil survei kinerja Polri ini dapat diibaratkan sebagai "kado" istimewa dari masyarakat untuk institusi kepolisian. "Ini adalah bukti bahwa masyarakat mulai merasakan dan mengapresiasi perubahan yang dilakukan institusi kepolisian," ujar Edi Hasibuan di Jakarta, Jumat.

Edi Hasibuan, yang juga pernah menjabat sebagai anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012-2016, menilai bahwa kenaikan signifikan ini adalah buah dari berbagai inisiatif pembenahan yang telah diterapkan Polri secara konsisten. Upaya-upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan penegakan hukum yang berkeadilan, serta peningkatan profesionalisme dan transparansi di seluruh jajaran kepolisian. Reformasi internal ini diyakini menjadi kunci utama dalam membangun kembali jembatan kepercayaan antara polisi dan warga negara.

Lebih lanjut, Edi Hasibuan menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal fundamental bagi Polri dalam menjalankan mandat utamanya. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polri sangat bergantung pada dukungan dan keyakinan publik agar tugas-tugasnya dapat terlaksana secara efektif dan optimal. Tanpa kepercayaan ini, legitimasi dan efektivitas kerja kepolisian akan tergerus, menghambat terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Meskipun hasil survei menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, Edi Hasibuan mengingatkan seluruh jajaran Polri agar tidak cepat berpuas diri. Angka kepercayaan publik yang tinggi ini justru harus menjadi motivasi kuat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas kinerja. "Kami minta kepada seluruh jajaran Polri, angka kepercayaan publik yang tinggi jangan membuat Polri cepat berpuas diri. Justru harus menjadi dorongan agar reformasi internal, peningkatan integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan terus ditingkatkan," tegasnya.

Survei Litbang Kompas, yang menjadi dasar temuan ini, dilaksanakan secara komprehensif pada periode 9 hingga 18 April 2026. Dalam pelaksanaannya, survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara representatif dari berbagai wilayah di Indonesia. Metode wawancara tatap muka digunakan untuk mengumpulkan data, memastikan kualitas dan validitas informasi yang diperoleh. Riset ini secara gamblang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan baik terhadap citra maupun tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri, dibandingkan dengan hasil survei serupa pada periode-periode sebelumnya.

Peningkatan kepercayaan ini tentu tidak lepas dari berbagai terobosan dan komitmen Polri dalam menindak tegas oknum yang melanggar kode etik, serta upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui program-program kemitraan dan komunikasi yang transparan. Langkah-langkah ini penting untuk menghapus stigma negatif yang mungkin sempat melekat dan membangun citra positif sebagai institusi yang responsif dan akuntabel. Transformasi digital dalam pelayanan kepolisian, seperti pelaporan daring dan layanan perizinan yang lebih efisien, juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kepuasan masyarakat.

Edi Hasibuan menambahkan, apabila institusi Polri mampu menjaga konsistensi dalam kinerja positifnya, memperkuat profesionalisme anggotanya, serta terus membuka ruang untuk evaluasi dan kritik yang konstruktif dari berbagai pihak, maka tingkat kepercayaan masyarakat diyakini akan terus meningkat di masa mendatang. Keberlanjutan reformasi dan komitmen terhadap prinsip-prinsip good governance menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum positif ini. Dengan demikian, Polri dapat semakin kokoh sebagai pilar utama penegakan hukum dan penjaga keamanan di Tanah Air.

Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Polri, melainkan juga harapan baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk memiliki lembaga kepolisian yang semakin dipercaya dan diandalkan. Tantangan ke depan adalah bagaimana Polri dapat terus menjaga dan bahkan meningkatkan kepercayaan yang telah diberikan, menjadikannya fondasi kuat untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman, tertib, dan berkeadilan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All