TEHERAN – Kerajaan Arab Saudi, melalui Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pesan duka cita ini disampaikan meskipun kedua pemimpin Saudi tidak secara langsung hadir dalam prosesi pemakaman yang berlangsung di Teheran.
Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Waleed Elkhereiji, yang hadir mewakili pemerintah, menyampaikan simpati tersebut kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Momen ini terjadi di tengah upacara pemakaman kenegaraan yang diselenggarakan di ibu kota Iran.
Kehadiran delegasi Saudi dalam acara tersebut dinilai sebagai langkah lanjutan dari upaya normalisasi hubungan kedua negara. Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Iran telah dipulihkan pada tahun 2023 setelah periode ketegangan yang panjang.
Pemakaman Ayatollah Khamenei, yang dikabarkan tewas pada hari pertama agresi Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari. Jenazah pemimpin Iran tersebut, diselimuti bendera kebangsaan, disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran. Di sampingnya, terdapat pula peti mati beberapa anggota keluarga yang juga menjadi korban serangan tersebut.
Ribuan warga Iran telah memadati lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. Khamenei telah memimpin Republik Islam Iran sejak 1989. Media pemerintah Iran melaporkan demonstrasi besar di berbagai kota. Peserta meneriakkan slogan dukungan untuk Republik Islam dan kecaman terhadap Amerika Serikat serta Israel.
Diperkirakan jutaan warga Iran memenuhi jalan-jalan utama Teheran saat puncak prosesi pemakaman yang dimulai pada hari Sabtu. Kehadiran delegasi dari Arab Saudi menjadi salah satu sorotan penting dalam upacara tersebut.
Lebih dari 100 negara dilaporkan mengirimkan perwakilan resmi ke pemakaman ini. Delegasi tersebut mencakup pejabat pemerintah senior, menteri, pemimpin parlemen, dan utusan organisasi internasional. Antusiasme pelayat terlihat jelas.
Para pelayat memukul dada mereka sambil meneriakkan seruan "balas dendam, balas dendam." Pernyataan ini muncul saat ribuan orang berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade. Beliau menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989. Sebagai otoritas tertinggi, Khamenei memegang kendali atas kebijakan strategis negara, termasuk pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri.











