Istana Buckingham dilaporkan menerapkan strategi ‘manajemen risiko’ yang ketat setiap kali Pangeran Harry bertemu Raja Charles III. Langkah ini diambil untuk melindungi institusi kerajaan dari potensi dampak negatif. Pengamat kerajaan, Kinsey Schofield, mengungkapkan bahwa para ajudan raja telah menyusun protokol khusus.
Protokol ini mencakup kehadiran staf kerajaan secara tidak mencolok dalam pertemuan. Sekretaris pribadi Raja Charles juga selalu siaga. Mereka siap mengintervensi jika percakapan menjadi tidak nyaman atau memunculkan permintaan sulit. Cara mengakhiri pertemuan pun diatur, misalnya dengan mengingatkan Raja tentang agenda berikutnya.
Bahkan, pelayan yang menyajikan teh pun diminta berada di ruangan lebih lama. Tujuannya adalah sebagai saksi tak langsung. Schofield menyebut protokol ini sudah berkembang bertahun-tahun. Ini bahkan sudah diterapkan sebelum Ratu Elizabeth II wafat pada September 2022.
Para ajudan dan sahabat terpercaya Ratu Elizabeth II juga kerap hadir. Mereka berfungsi sebagai saksi dan pemberi dukungan. Kini, staf kerajaan memandang kunjungan Harry sebagai bagian dari manajemen risiko. Fokusnya adalah melindungi institusi, bukan lagi menjaga hubungan keluarga.
Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle mundur sebagai anggota senior kerajaan pada 2020 menjadi pemicunya. Langkah ini menciptakan keretakan berkepanjangan. Istana meyakini keputusan Harry seringkali lebih menguntungkan kepentingannya sendiri.
Schofield menanggapi kabar Ratu Camilla ingin hadir dalam pertemuan. Ia menyatakan Ratu Camilla tidak terlalu berminat berinteraksi langsung dengan Harry atau Meghan. Ratu Camilla akan mendukung Raja jika diminta. Namun, ia tidak melihat manfaat membuka kembali persoalan lama.
Di kalangan kerajaan, ada keyakinan interaksi dengan Harry dan Meghan kerap diikuti pengungkapan informasi ke publik. Munculnya narasi tandingan membuat pemulihan kepercayaan sangat sulit. Pangeran Harry sendiri pernah menyatakan dinamika keluarga dan rasisme sebagai faktor utama kepergiannya.
Pengalaman masa lalu membuat istana sangat berhati-hati. Raja Charles disebut bersedia menjaga jarak jika pembicaraan berfokus pada uang atau isu keluarga sensitif. Gagasan bahwa ia butuh perlindungan Ratu Camilla dari putranya sendiri tidak sesuai dengan langkah yang diambilnya.
Istana Buckingham belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar Page Six. Raja Charles dan Pangeran Harry diperkirakan akan bertemu kembali di Inggris bulan depan. Upaya ini bertujuan memperbaiki hubungan setelah bertahun-tahun berselisih.
Kedua anak Pangeran Harry, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, dipastikan akan ikut bertemu kakek mereka. Namun, kehadiran Meghan Markle belum dapat dipastikan. Raja Charles dikabarkan sangat gembira akan bertemu kedua cucunya.
Keluarga Harry terakhir kali mengunjungi Inggris empat tahun lalu. Pangeran Harry dan Meghan Markle mengonfirmasi akan tinggal di kediaman resmi kerajaan. Ini kali pertama mereka menerima undangan tinggal di akomodasi kerajaan. Sebelumnya, mereka selalu menolak undangan serupa.











