Proses Naturalisasi Dua Pemain Keturunan Makin Dekat: Erick Thohir Ungkap Tahapan Krusial di DPR

Emanuel

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan perkembangan terbaru mengenai status naturalisasi dua pemain keturunan yang digadang-gadang akan memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Erick memastikan bahwa proses administrasi krusial kini berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan menantikan surat persetujuan resmi dari pimpinan lembaga legislatif tersebut.

Menurut Erick Thohir, langkah selanjutnya yang dinanti adalah terbitnya surat resmi dari pimpinan DPR kepada pemerintah. Surat ini akan menjadi landasan bagi kedua pemain untuk dapat menjalani proses pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). “Sudah, nanti dari pimpinan DPR akan mengirim surat kembali ke pemerintah, baru angkat sumpah,” ujar Erick kepada awak media di sela-sela kunjungannya di depan Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (19/6/2026).

Dua nama yang tengah menjadi sorotan dalam proses naturalisasi ini adalah Mitchell Baker dan Luke Vickery. Mitchell Baker, yang berposisi sebagai penyerang, saat ini memperkuat Vermont Green FC. Sementara itu, Luke Vickery beroperasi sebagai winger di klub Macarthur FC. Keduanya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi skuad Garuda di masa mendatang.

Erick Thohir menyampaikan optimisme bahwa surat persetujuan dari DPR akan segera diterbitkan. Ia berharap pengesahan dapat dilakukan dalam agenda rapat paripurna DPR. “Saya tunggu dari DPR, karena dari sana nanti. Disahkan paripurna mungkin Senin, Selasa, baru ke bapak presiden,” jelasnya, mengindikasikan jadwal yang diperkirakan akan ditempuh.

Dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo terhadap upaya peningkatan prestasi sepak bola nasional, termasuk melalui mekanisme naturalisasi pemain keturunan, turut ditekankan oleh Menpora. Erick Thohir mengutip langsung pernyataan Presiden yang menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan apa pun demi kemajuan sepak bola Indonesia. "Tadi Bapak Presiden juga sampaikan, ‘Pokoknya saya sebagai pimpinan negara, apa pun yang kita bisa support buat sepak bola, saya akan lakukan,’" tutur Erick.

Naturalisasi pemain keturunan telah menjadi salah satu strategi yang kerap digunakan oleh federasi sepak bola di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat tim nasional. Pemain yang memiliki garis keturunan dari negara tersebut, namun lahir dan berkembang di luar negeri, dapat menjadi aset berharga berkat pengalaman bermain di kompetisi yang lebih kompetitif dan memiliki kualitas teknik serta fisik yang mumpuni. Kehadiran pemain-pemain seperti ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional.

Proses naturalisasi sendiri umumnya melibatkan serangkaian tahapan yang cukup panjang. Mulai dari identifikasi pemain potensial, pendekatan kepada pemain dan keluarganya, hingga pengumpulan dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah semua persyaratan administratif terpenuhi, proses selanjutnya melibatkan persetujuan dari berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Puncak dari proses ini adalah persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pengesahan oleh Presiden Republik Indonesia.

Keputusan untuk menaturalisasi pemain keturunan kerap menimbulkan berbagai pandangan di masyarakat. Di satu sisi, banyak yang melihatnya sebagai langkah pragmatis untuk segera meningkatkan kualitas tim dan meraih prestasi. Namun, di sisi lain, ada pula yang menyuarakan pentingnya pembinaan pemain lokal secara berkelanjutan. Erick Thohir sendiri kerap menekankan pentingnya keseimbangan antara kedua pendekatan tersebut.

Keberhasilan program naturalisasi sebelumnya, seperti yang dialami oleh beberapa pemain yang kini menjadi tulang punggung Timnas, menjadi bukti bahwa strategi ini dapat memberikan dampak positif. Pemain-pemain tersebut tidak hanya membawa kualitas permainan, tetapi juga semangat dan dedikasi untuk membela Merah Putih. Dengan semakin banyaknya pemain keturunan yang berproses menjadi WNI, diharapkan persaingan di dalam skuad Timnas akan semakin ketat, mendorong setiap pemain untuk memberikan performa terbaiknya.

Proses yang kini tengah dijalani oleh Mitchell Baker dan Luke Vickery ini menunjukkan komitmen PSSI dan Kemenpora dalam membangun kekuatan sepak bola Indonesia yang lebih solid. Keberhasilan naturalisasi mereka akan menjadi tambahan amunisi penting bagi pelatih Timnas Indonesia dalam menghadapi berbagai kompetisi penting di masa mendatang, baik di level regional maupun internasional.

Dengan adanya pernyataan terbaru dari Menpora Erick Thohir, publik pecinta sepak bola Indonesia semakin menantikan langkah selanjutnya dalam proses naturalisasi kedua pemain ini. Harapannya, proses di DPR dapat berjalan lancar dan cepat, sehingga Mitchell Baker serta Luke Vickery dapat segera berseragam Tim Nasional Indonesia dan berkontribusi bagi kejayaan sepak bola Tanah Air.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All