Di tengah sorotan dunia pada Piala Dunia, sebuah cerita kelam terkuak dari Port Arthur, Texas, Amerika Serikat. Raksasa minyak raksasa Saudi Aramco, yang menjadi sponsor utama FIFA, ternyata menyisakan jejak yang memilukan bagi warga di sekitar fasilitas pengolahannya.
Lingkungan perumahan sederhana di sisi barat Port Arthur, Texas, yang seharusnya damai, kini dibayangi ancaman nyata. Jamal Johnson, salah seorang warga, menceritakan kesaksiannya dengan nada getir.
Ia menyaksikan langsung bagaimana tetangga dan keluarganya bergulat dengan penyakit aneh. Kakek dan bibinya meninggal akibat kanker. Sang bibi meninggal di usia muda setelah pindah untuk merawat kerabat.
Paman Johnson juga meninggal karena komplikasi penyakit ALS atau motor neuron disease. “Mereka melepaskan gas-gas beracun setiap saat,” keluh Johnson, menggambarkan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Keluarga Johnson telah tinggal di kawasan ini selama beberapa generasi. Rumah-rumah kayu yang terawat apik berdiri berdampingan, menjadi saksi bisu kehidupan sehari-hari.
Namun, ketenangan itu selalu terganggu oleh kehadiran pabrik pengolahan minyak Aramco. Pabrik ini berdiri megah di seberang jalur kereta api, sebuah ‘ancaman yang menjulang’ bagi penduduk sekitar.
Pabrik Aramco yang beroperasi di dekat kota kecil ini dituding menjadi penyebab utama masalah kesehatan kronis yang dialami warga. Emisi gas beracun yang terus-menerus dilepaskan dikhawatirkan menimbulkan dampak jangka panjang.
Warga seperti Johnson merasa tidak berdaya menghadapi situasi ini. Mereka hidup berdampingan dengan pabrik yang memberikan kontribusi ekonomi, namun juga mengancam kesehatan mereka.
Meskipun Aramco memamerkan citra positif melalui sponsor Piala Dunia, kenyataan di lapangan menunjukkan sisi lain yang jauh dari gemerlap. Warga Port Arthur menjadi korban dari aktivitas industri yang tak terkendali.
Mereka mendambakan udara bersih dan lingkungan yang aman untuk generasi mendatang. Namun, perjuangan mereka melawan polusi industri masih panjang dan penuh ketidakpastian.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kemajuan industri, ada tanggung jawab sosial yang harus diemban. Terutama bagi perusahaan sebesar Aramco, untuk memastikan operasionalnya tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
