Los Angeles – Tim nasional Amerika Serikat (AS) harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Turki dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Los Angeles pada Jumat, 26 Juni 2026. Meskipun hasil ini tidak menggoyahkan posisi AS yang telah tampil meyakinkan di dua laga sebelumnya, jalannya pertandingan menyoroti beberapa tantangan taktis dan kedalaman skuad menjelang babak gugur.
Pertandingan langsung memanas sejak peluit kick-off dibunyikan. Amerika Serikat berhasil unggul cepat pada menit ketiga melalui gol Auston Trusty. Bek Celtic itu memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah sepak pojok, melepaskan tembakan dari sudut sempit yang tak mampu dihalau kiper Turki, Uğurcan Çakır. Gol pembuka ini sontak memicu optimisme di kubu tuan rumah.
Namun, keunggulan AS tidak bertahan lama. Turki, yang menunjukkan semangat juang tinggi, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-10. Gelandang muda Real Madrid, Arda Güler, menjadi aktor utama. Memanfaatkan kesalahan koordinasi antara Mark McKenzie dan Antonee Robinson di lini belakang AS, Alper Yılmaz memberikan umpan matang kepada Güler yang kemudian dengan tenang menaklukkan Matt Turner.
Turki bahkan berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-31. Berawal dari kelengahan Scally yang tak menyadari lari tumpang tindih Elmali, bola ditarik ke belakang dan langsung disambar Orkun Kökçü dari jarak 12 yard, melesat masuk ke gawang AS. Sebelumnya, AS sempat mencetak gol melalui Mark McKenzie dari situasi kemelut, namun dianulir karena dua pemain AS berada dalam posisi offside, meskipun bola sempat menyentuh bek Turki yang dinilai tidak secara aktif memainkan bola.
Memasuki jeda babak pertama, skor 1-2 untuk keunggulan Turki. Analisis di paruh waktu menyoroti rapuhnya lini pertahanan AS. Duet Robinson dan McKenzie terlihat kesulitan menghadapi gempuran Turki, meskipun Trusty dan Scally cukup baik dalam membantu serangan. Ada kekhawatiran dari staf pelatih AS, Mauricio Pochettino, yang memutuskan untuk mengistirahatkan beberapa pilar penting seperti Chris Richards, Tyler Adams, dan Folarin Balogun yang mengantongi kartu kuning, demi menghindari akumulasi kartu untuk babak gugur. Keputusan ini menunjukkan prioritas pada perjalanan panjang di turnamen, meskipun harus mengorbankan performa lini belakang di laga ini.
Babak kedua dibuka dengan respons cepat dari Amerika Serikat. Pada menit ke-49, Sebastian Berhalter berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kelemahan Turki dalam membersihkan bola dari area pertahanan dieksploitasi dengan baik. Setelah tendangan kiper Çakır yang kurang sempurna, bola liar jatuh ke kaki Berhalter di tepi kotak penalti. Meskipun dikepung delapan pemain lawan, Berhalter melepaskan tembakan keras yang menghujam jala gawang. Gol ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kekuatan fisiknya dan kemampuan finishing-nya.
Momen penting lainnya terjadi pada menit ke-58 ketika bintang utama AS, Christian Pulisic, masuk menggantikan Timothy Weah yang tampil di bawah performa terbaiknya dengan beberapa kali terjebak offside dan kontrol bola yang buruk. Pulisic, yang sebelumnya "menghancurkan" Paraguay dalam 45 menit aksinya, langsung memberikan dampak instan. Pada menit ke-60, ia menerima umpan terobosan dari Reyna dan melepaskan tembakan yang sayangnya membentur tiang. Tak lama berselang, pada menit ke-62, Pulisic kembali mengancam, memaksa kiper Çakır melakukan penyelamatan krusial yang meninggalkan gawang kosong, namun Aaronson gagal memanfaatkan bola pantul. Intensitas serangan AS meningkat drastis dengan kehadiran Pulisic, yang bahkan membuat Turki melakukan penjagaan ganda.
Meskipun AS mendominasi serangan di babak kedua, Turki tetap berbahaya melalui serangan balik cepat mereka. Trusty harus sigap melakukan intervensi penting untuk menghalau bola beberapa meter di depan gawang AS pada menit ke-66. Pertandingan ini secara keseluruhan digambarkan sebagai "persahabatan internasional yang menghibur" meskipun berstatus laga grup Piala Dunia, dengan intensitas fisik yang tinggi dan keputusan wasit yang menuai kritik dari beberapa pengamat.
Hasil imbang ini tetap menjaga momentum positif Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Dengan kemenangan meyakinkan di dua laga sebelumnya, tim asuhan Pochettino ini telah membangkitkan optimisme besar di kalangan penggemar. Jalur mereka menuju babak perempat final tampak relatif lebih "mudah" dibandingkan favorit lain. Di babak 32 besar, mereka kemungkinan akan menghadapi tim peringkat ketiga grup, dengan Bosnia sebagai kandidat terkuat. Jika berhasil melaju, mereka berpotensi bertemu pemenang Grup G (kemungkinan Mesir atau bahkan Iran) di babak 16 besar, dan Spanyol di perempat final – tim yang dianggap favorit namun sempat ditahan imbang Cape Verde.
Situasi ini menyoroti "keunikan" format 48 tim yang memberikan kesempatan bagi tim-tim "kurang diunggulkan" untuk bersinar dan menciptakan jalur turnamen yang tak terduga. Meskipun demikian, perjalanan AS menuju babak-babak akhir tetap tidak terjamin dan setiap laga akan menjadi ujian serius bagi kedalaman skuad dan strategi Pochettino.











