Musim MotoGP 2027 dipastikan akan menjadi era baru yang penuh gejolak, tidak hanya dari sisi teknis yang mengalami perombakan signifikan, tetapi juga pergeseran besar dalam susunan pembalap. Dengan mayoritas kontrak pembalap yang berakhir pada akhir 2026, para tim dan pebalap kini tengah berpacu menyelesaikan kesepakatan baru untuk menghadapi regulasi mesin 850cc, larangan perangkat ride-height, pengurangan aerodinamika, dan penggunaan ban Pirelli yang menggantikan Michelin.
Perubahan teknis yang mendasar ini membuka pintu bagi manuver-manuver strategis di bursa transfer pembalap. Salah satu nama besar yang telah mengamankan masa depannya adalah Marc Marquez. Juara dunia delapan kali ini mengonfirmasi pada peluncuran pramusim Ducati 2026 bahwa ia sangat dekat untuk menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun. Meski negosiasi antara tim pabrikan dan Dorna Sports, promotor MotoGP, sempat tertunda, kesepakatan baru Marquez dengan Ducati secara resmi diumumkan pada Selasa setelah seri Brno.
Marquez dipastikan akan bertahan bersama Ducati hingga akhir musim 2028, sebuah langkah yang menegaskan komitmennya pada tim Borgo Panigale di tengah perubahan regulasi yang krusial. Kepastian ini memberikan stabilitas bagi Ducati sekaligus memicu antisipasi besar bagaimana performanya di era baru MotoGP.
Selain Marquez, beberapa pembalap lain juga telah mengamankan tempat mereka di grid MotoGP 2027. Johann Zarco dipastikan akan tetap bersama tim LCR Honda, sementara rekan setimnya yang merupakan debutan, Diogo Moreira, akan naik ke kelas utama dengan kontrak multi-tahun yang dimulai sejak 2026. Keduanya mengamankan kesepakatan dengan Honda Racing Corporation (HRC) hingga akhir 2027 untuk Zarco dan hingga akhir 2028 untuk Moreira.
Kejutan lain datang dari Toprak Razgatlioglu, yang membuat debutnya di MotoGP bersama Pramac Yamaha tahun ini. Setelah satu musim penuh beradaptasi dengan Yamaha YZR-M1 versi baru, Razgatlioglu berpotensi memanfaatkan pengetahuannya tentang ban Pirelli di tahun 2027. Ia bahkan bisa saja mendapat saingan dari rivalnya di World Superbike, Nicolo Bulega. Bulega memulai kontrak pengujian dengan Ducati MotoGP pada tahun 2026 bersamaan dengan tugasnya di Superbike, dan digadang-gadang akan pindah ke kelas utama bersama tim VR46 pada tahun 2027. Rekan setim Bulega di VR46 diprediksi adalah Fermin Aldeguer, pembalap debutan pemenang seri pada 2025 yang akan beralih dari Gresini Racing. Aldeguer sendiri memiliki kontrak dengan Ducati hingga akhir 2026 dengan opsi dua tahun tambahan.
Sementara itu, Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, dilaporkan telah menandatangani kesepakatan dengan Honda untuk musim 2027. Kabar ini beredar di hari pertama tes shakedown Sepang, sebelum ia sempat mencicipi versi terbaru Yamaha YZR-M1. Langkah ini akan menjadi kepulangan Quartararo ke pabrikan yang pernah dibelanya di awal kariernya, dengan harapan bisa kembali meraih performa terbaik.
Dua mantan juara dunia lainnya juga diprediksi akan berganti tim. Jorge Martin, yang saat ini membalap untuk Aprilia, diperkirakan akan pindah ke Yamaha, sementara Joan Mir dikabarkan akan mengikuti jejak Marc Marquez dengan beralih dari HRC ke Gresini Ducati. Martin sendiri memiliki kontrak multi-tahun dengan Aprilia yang setidaknya mencakup dua tahun ke depan.
Marco Bezzecchi, rekan setim Martin di Aprilia Racing dan pemimpin klasemen sementara musim 2025, menjadi pembalap pabrikan pertama yang secara resmi menandatangani kontrak untuk musim 2027. Kepastian ini menunjukkan komitmen Aprilia untuk mempertahankan talenta mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di kubu KTM, pabrikan asal Austria ini menjadi yang pertama memamerkan prototipe mesin 850cc baru mereka. Namun, KTM berpotensi kehilangan bintang muda mereka, Pedro Acosta, yang dikabarkan akan bergabung dengan Ducati sebagai rekan setim baru Marc Marquez. Kepindahan Acosta ke Ducati akan menjadi salah satu kejutan terbesar di era baru ini, mengingat potensinya yang luar biasa.
Francesco Bagnaia, juara dunia dua kali, tampaknya tidak perlu khawatir mencari tim baru. Setelah dipastikan meninggalkan Ducati Lenovo Team, ia dilaporkan telah memutuskan masa depan balapnya pada akhir tes pramusim 2026. Kursinya di Aprilia kini menjadi topik spekulasi hangat. Alex Marquez, runner-up kejuaraan 2025, diperkirakan akan kembali ke status pabrikan untuk pertama kalinya sejak musim 2020 di Repsol Honda, dengan bergabung bersama Red Bull KTM. Ia akan ditemani oleh Fabio Di Giannantonio, bintang satelit Ducati lainnya, di tim pabrikan Austria tersebut.
Situasi kontrak pembalap lainnya masih dalam tahap "To Be Confirmed" (TBC). Brad Binder diprediksi akan tetap bersama Red Bull KTM Factory Racing. Alex Rins dan Luca Marini masih belum jelas kelanjutan kariernya bersama Monster Energy Yamaha MotoGP dan Honda HRC. Franco Morbidelli dan Jack Miller juga menghadapi ketidakpastian terkait tim mereka di Pertamina Enduro VR46 dan Prima Pramac Racing. Raul Fernandez dan Ai Ogura di Trackhouse MotoGP, serta Maverick Vinales dan Enea Bastianini di Red Bull KTM Tech3, juga masih menunggu konfirmasi resmi mengenai masa depan mereka di musim 2027.
Selain para pembalap berpengalaman, beberapa nama dari Moto2 juga berpotensi naik ke kelas utama sebagai debutan pada tahun 2027. David Alonso dikabarkan berpeluang bergabung dengan Honda, Dani Holgado dengan Gresini Ducati, sementara Senna Agius dan Manuel Gonzalez diprediksi akan memperkuat Tech3 KTM. Izan Guevara juga berpotensi debut bersama Pramac Yamaha.
Perubahan regulasi mesin dan teknis MotoGP untuk tahun 2027 bukan hanya akan mengubah dinamika balapan di lintasan, tetapi juga memicu gelombang perombakan besar-besaran dalam komposisi pembalap. Musim 2026 akan menjadi penentu bagi banyak pembalap untuk mengamankan tempat mereka di grid yang akan datang, menandai dimulainya era baru yang penuh tantangan dan kejutan di kasta tertinggi balap motor dunia.











