Dunia seni berduka atas kepergian salah satu seniman paling berpengaruh di era modern. David Hockney, maestro lukis asal Inggris yang dikenal luas karena karya-karyanya yang penuh warna dan inovatif, telah dimakamkan dalam sebuah upacara yang sangat pribadi sesuai dengan keinginannya. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh juru bicara publiknya, mengakhiri era kehadiran fisik seorang seniman yang karyanya menghiasi museum-museum ternama dunia dan memecahkan rekor lelang.
David Hockney, yang menghembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun di kediamannya di London awal bulan ini, meninggalkan warisan artistik yang tak ternilai. Kepergiannya sontak memicu gelombang penghormatan dari para kolega seniman, tokoh politik, hingga anggota keluarga kerajaan Inggris. Perdana Menteri Inggris dan Raja Charles III sendiri menyampaikan rasa duka mendalam atas hilangnya "raksasa dunia seni dan lukisan".
Sesuai dengan wasiatnya, prosesi pemakaman David Hockney hanya dihadiri oleh dua orang terdekatnya: sang pasangan, Jean-Pierre Goncalves de Lima, dan keponakan jauhnya, Richard Hockney. Juru bicara Hockney, Erica Bolton, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menghormati privasi almarhum dan orang-orang yang dicintainya. Meskipun upacara pemakaman berlangsung khidmat dan tertutup, serangkaian acara peringatan untuk menghormati karya dan hidup Hockney rencananya akan digelar pada tahun depan.
Peringatan pertama dijadwalkan akan diselenggarakan di London pada musim semi tahun depan. Menyusul kemudian, acara serupa akan digelar di Los Angeles dan Paris, dua kota yang pernah menjadi rumah bagi Hockney di berbagai fase kehidupannya. Tak ketinggalan, kota kelahirannya, Yorkshire, juga akan menjadi tuan rumah acara peringatan yang menunjukkan betapa luas pengaruh dan kecintaan Hockney pada akar budayanya.
Selama lebih dari tujuh dekade kariernya yang gemilang, David Hockney dikenal sebagai pelopor gerakan pop art pada era 1960-an. Karyanya senantiasa memancarkan energi dan inovasi, mulai dari lanskap pedesaan Yorkshire yang memukau, lukisan kolam renang di bawah terik matahari Los Angeles yang ikonik, hingga potret teman dan keluarga yang dilukis menggunakan iPad. Pendekatan uniknya dalam menangkap cahaya dan perspektif, termasuk eksperimennya dengan teknologi digital, terus menginspirasi generasi seniman baru.
Salah satu pencapaian komersial Hockney yang paling fenomenal adalah rekor penjualan lukisan kolam renangnya yang mencapai hampir 70 juta Poundsterling pada tahun 2018. Prestasi ini menjadikannya sebagai seniman hidup termahal pada saat itu, membuktikan daya tarik dan nilai karyanya yang tak lekang oleh waktu. Beberapa karyanya yang paling terkenal, seperti "The Splash," "A Bigger Splash," dan "Portrait Of An Artist (Pool With Two Figures)," telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah seni modern.
Raja Charles III dalam pernyataannya merasa "sangat sedih" atas kepergian Hockney. Beliau mengenang Hockney sebagai seorang "Yorkshireman sejati" yang menjadi "teman dekat dan inspirasi bagi begitu banyak orang". Pernyataan ini menegaskan kedekatan personal Raja dengan sang seniman, yang seringkali menjadi subjek perhatian dalam berbagai acara seni dan kebudayaan.
Seniman ternama lainnya, Dame Tracey Emin, turut menyampaikan rasa kehormatannya pernah mengenal Hockney. Ia menggambarkan Hockney sebagai "seniman hebat dan pria yang luar biasa, yang dengan kekuatan seni mengubah persepsi tentang ke-Inggris-an." Emin secara khusus menyoroti keberanian Hockney sebagai seorang "homoseksual perokok berat yang mengibarkan bendera lebih tinggi dari seniman Inggris lainnya," merujuk pada keterbukaan dan advokasi Hockney terhadap identitasnya di masa ketika hal tersebut masih menjadi isu sensitif.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, juga menyatakan kesedihannya atas wafatnya "salah satu seniman paling terkemuka di Inggris." Pernyataan ini mencerminkan pengakuan luas terhadap kontribusi Hockney bagi kancah seni dan budaya Inggris.
Karya-karya David Hockney terus menjadi sorotan publik. Sebuah pameran yang menampilkan karyanya saat ini masih berlangsung hingga Agustus di Serpentine Galleries, London. Lebih lanjut, untuk memperingati usia Hockney yang seharusnya menginjak 90 tahun pada tahun depan, dua pameran besar rencananya akan digelar. Tate Modern akan menyajikan instalasi multimedia, sementara Tate Britain akan menggelar pameran komprehensif yang mencakup seluruh perjalanan kariernya.
Keputusan untuk menggelar acara peringatan di berbagai kota besar dan mendonasikan sebagian besar karya Hockney kepada yayasan serta institusi publik di seluruh dunia, menegaskan komitmennya untuk melestarikan warisan seni yang telah ia bangun sepanjang hidupnya. Melalui cara ini, karya-karya David Hockney akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang, menjadikannya sebagai abadi dalam sejarah seni global.











