Kepergian sebuah ikon kuliner membekas duka bagi warga Indonesia di Hong Kong. Indonesian Restaurant 1968, sebuah rumah makan yang telah menyajikan cita rasa Tanah Air selama lebih dari setengah abad, akhirnya menutup pintunya. Keputusan ini mengakhiri perjalanan panjang sebuah institusi yang telah menjadi pengobat rindu bagi banyak orang.
Restoran yang berlokasi di Central, Hong Kong, ini didirikan pada tahun 1968 oleh pasangan suami istri asal Indonesia, Chang Chian Lo dan Lee Thau Chen. Berbekal tabungan hasil kerja keras dan semangat pantang menyerah, mereka mewujudkan impian membuka gerai masakan Indonesia. Dari sebuah warung sederhana, tempat ini berkembang menjadi destinasi kuliner favorit.
Selama 58 tahun beroperasi, Indonesian Restaurant 1968 setia menyajikan hidangan otentik Indonesia. Menu andalannya meliputi sate ayam, perkedel jagung segar, rendang, kari iga domba, sup laksa, dan nasi goreng. Kelezatan hidangan mereka bahkan pernah mengantarkan restoran ini meraih penghargaan Michelin Bib Gourmand dari tahun 2011 hingga 2017. Pada tahun 2023, restoran ini sempat berpindah ke lokasi baru di Jalan Cochrane.
Dalam keterangan yang dikutip dari situs web resmi restoran, pendiri menyatakan dedikasi mereka untuk berbagi cita rasa Nusantara. Mereka berhasil membangun warisan kuliner yang membanggakan dan terus berkembang di perantauan.
Sebelum menutup gerainya, restoran ini menawarkan ragam menu yang bervariasi. Untuk makan malam, pengunjung bisa menikmati Nasi Goreng, Sate, Rendang Daging Sapi, dan Ayam Bakar Jawa. Sementara itu, menu makan siang yang berganti setiap pekannya menawarkan keunikan tersendiri.
Pada pekan pertama, tersedia Nasi Goreng Spesial, Ayam Hainan, Laksa Laut, Sate Kombo, Kari Ikan, Nasi Kuning Campur, dan Kari Tahu Sayur. Pekan kedua menyajikan Nasi Goreng Spesial, Ayam Hainan, Laksa Laut, Sate Kombo, Nasi Rendang, Nasi Capmura, serta Kari Tahu Sayur.
Pekan ketiga menghadirkan Nasi Goreng Spesial, Ayam Hainan, Laksa Laut, Sate Kombo, Nasi Sop Buntut, Nasi Kuning Ayam Panggang, dan Nasi Tahu Asam Manis. Terakhir, pekan keempat menyajikan Nasi Goreng Spesial, Ayam Hainan, Laksa Laut, Sate Kombo, Nasi Rendang, Nasi Kuning Campura, dan Nasi Tahu Asam Manis.
Penutupan Indonesian Restaurant 1968 ini tentu meninggalkan kekosongan. Namun, kenangan rasa dan cerita di balik pendiriannya akan terus hidup, menjadi bagian dari sejarah kuliner Indonesia di Hong Kong.











