Langkah petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, di ajang Grand Slam Wimbledon 2026 harus terhenti. Ia takluk di tangan Daria Kasatkina pada babak 64 besar, Rabu (1/7) malam WIB.
Pertandingan yang berlangsung di All England Club tersebut berakhir dengan skor 7-6, 1-6, 4-6. Hasil ini memastikan langkah Janice terhenti di sektor tunggal.
Sebelumnya, Janice sempat tampil memukau dengan menumbangkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Namun, menghadapi Kasatkina, ia harus bekerja ekstra keras sejak awal laga.
Pada set pertama, Janice sempat mendominasi dengan keunggulan 4-1. Meski Kasatkina berhasil mengejar hingga skor imbang, Janice tetap tenang.
Ia akhirnya mengamankan set pertama melalui tie-break sengit dengan skor 7-6 (7-5). Kemenangan pembuka itu diraih setelah bertarung selama 1 jam 9 menit.
Memasuki set kedua, ritme permainan berubah drastis bagi wakil Indonesia ini. Kasatkina mulai mendominasi lapangan dengan variasi pukulan yang lebih akurat.
Petenis berperingkat 65 WTA itu mampu melakukan service break krusial. Alhasil, Janice harus merelakan set kedua dengan skor cukup telak 1-6.
Memasuki set penentuan, persaingan di antara keduanya berlangsung sangat ketat. Kedua petenis saling bergantian mencuri poin untuk memimpin gim.
Janice sempat memberikan perlawanan sengit hingga kedudukan 4-4. Namun, Kasatkina menunjukkan ketenangannya di poin-poin krusial pertandingan tersebut.
Kasatkina akhirnya menutup set ketiga dengan skor 6-4. Kekalahan ini memaksa Janice angkat koper lebih awal dari nomor tunggal putri.
Meski demikian, perjalanan Janice di London belum sepenuhnya berakhir. Ia masih akan melanjutkan perjuangannya di sektor ganda putri.
Janice dijadwalkan kembali tampil berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Keduanya diharapkan mampu memberikan hasil maksimal di sektor tersebut.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Janice di level Grand Slam. Konsistensi permainan tetap menjadi tantangan utama di level tenis dunia.
Dukungan publik Indonesia tetap mengalir bagi para atlet yang berlaga di luar negeri. Seluruh mata kini tertuju pada kiprah ganda putri Indonesia berikutnya.
Turnamen Wimbledon tahun ini menyisakan persaingan yang semakin sengit. Para unggulan diprediksi akan terus mendapatkan tekanan dari petenis non-unggulan lainnya.











