Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara tahun 2026 yang berlangsung di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), berlangsung dengan khidmat. Presiden Prabowo Subianto bertindak langsung sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah barisan tamu kehormatan, kehadiran para mantan pemimpin nasional menjadi pusat perhatian publik.
Dari deretan mantan presiden dan wakil presiden yang diundang, hanya Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang terpantau menghadiri langsung lokasi upacara. Kehadiran keduanya memberikan nuansa tersendiri dalam perayaan delapan dekade institusi kepolisian Indonesia ini. Jokowi dan Jusuf Kalla sudah tiba di area upacara sejak pukul 07.25 WIB, menunjukkan apresiasi mereka terhadap momentum penting bagi korps Bhayangkara.
Jokowi tampak tampil formal mengenakan setelan jas berwarna biru dongker yang dipadukan dengan peci hitam. Sementara itu, Jusuf Kalla hadir dengan setelan jas hitam klasik. Keduanya menempati posisi strategis di barisan depan, tepat di dekat mimbar utama upacara, berdampingan dengan para pejabat negara dan tamu undangan VVIP lainnya.
Di sisi lain, ketidakhadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam perayaan tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat. Meski SBY tidak tampak di lokasi, perwakilan keluarga Cikeas tetap hadir melalui Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang datang untuk mewakili unsur pimpinan MPR dalam rangkaian upacara tersebut.
Pemilihan lokasi peringatan tahun ini memang mencuri perhatian karena berbeda dari tradisi tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya puncak HUT Bhayangkara dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kali ini Polri memilih Satlat Brimob di Cikeas. Perubahan lokasi ini bukan tanpa alasan strategis, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir.
Irjen Johnny menyatakan bahwa Satlat Brimob dipilih sebagai lokasi utama karena dianggap mampu merepresentasikan wajah nyata pendidikan kepolisian kepada masyarakat. Lokasi tersebut dinilai sebagai tempat yang tepat untuk memperlihatkan proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan personel Polri dalam melayani masyarakat secara lebih transparan dan terbuka.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut juga dihadiri oleh jajaran petinggi negara. Tampak hadir di lokasi Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. Beberapa menteri yang terlihat hadir di antaranya Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, hingga Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga negara ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap Polri di usianya yang ke-80 tahun. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks di era digital, yang menuntut profesionalisme Polri untuk terus ditingkatkan. Institusi kepolisian diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global.
HUT ke-80 Bhayangkara ini menjadi momen refleksi bagi Polri untuk melakukan pembenahan internal sekaligus penguatan sinergi dengan berbagai elemen bangsa. Keberadaan Jokowi dan Jusuf Kalla di tengah upacara juga menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan dukungan lintas generasi terhadap institusi kepolisian. Para tokoh bangsa yang hadir tampak saling berinteraksi dengan akrab, mencerminkan semangat persatuan di tengah perayaan ulang tahun kepolisian.
Selain prosesi upacara, agenda peringatan tahun ini juga diisi dengan demonstrasi kesiapan personel Brimob dalam menangani berbagai ancaman keamanan. Pemilihan Satlat Brimob sebagai pusat kegiatan juga memberikan edukasi kepada publik mengenai standar pendidikan kepolisian yang kini semakin modern dan berbasis pada pengembangan karakter personel yang humanis.
Hingga upacara berakhir, situasi di area Satlat Brimob Cikeas terpantau kondusif dan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana dengan pengamanan yang ketat namun tetap humanis. Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kepercayaan publik di masa depan.
Dengan berakhirnya puncak perayaan di Cikeas, Polri diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kehadiran para mantan pemimpin nasional, menjadi modal penting bagi Polri untuk terus melangkah maju menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.











