Studi terbaru yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap adanya perbedaan signifikan dalam biaya layanan kardiologi di antara perusahaan asuransi besar di Amerika Serikat. Perbedaan ini utamanya disebabkan oleh variasi yang mencolok pada biaya fasilitas (facility fees) yang dikenakan untuk prosedur-prosedur kardiologi tertentu.
Penelitian ini menemukan bahwa biaya fasilitas untuk beberapa prosedur kardiologi dapat berfluktuasi hingga hampir $30.000. Analisis data menunjukkan bahwa UnitedHealthcare dan Blue Cross Blue Shield memiliki tarif biaya fasilitas tertinggi, sementara Aetna secara konsisten menawarkan biaya terendah.
Perbedaan biaya ini menjadi sorotan seiring dengan implementasi aturan Hospital Price Transparency dan Transparency in Coverage (TIC) pada tahun 2023. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan asuransi untuk mempublikasikan secara terbuka tarif yang telah mereka negosiasikan untuk layanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan transparansi dan memungkinkan pasien membuat keputusan yang lebih terinformasi terkait biaya perawatan kesehatan mereka.
Para peneliti melaporkan bahwa variasi dalam biaya fasilitas ini secara langsung berkontribusi pada perbedaan besar dalam total biaya layanan kardiologi. Hal ini menggarisbawahi pentingnya transparansi harga yang lebih luas, tidak hanya pada tingkat rumah sakit tetapi juga pada tingkat perusahaan asuransi, agar konsumen dapat memahami dan membandingkan biaya layanan yang ditawarkan.
