Jakarta – Selebgram sekaligus pengusaha Andrew Susanto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengampanyekan gaya hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit. Bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Ginjal Sedunia yang jatuh pada Kamis ketiga bulan Juni, Andrew bersama timnya menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan pemeriksaan kesehatan gratis di Helen’s Night Mart and Captain Livehouse Gunawarman, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/6/2026). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker ginjal serta mendorong langkah pencegahan yang proaktif.
Dalam kesempatan tersebut, Andrew Susanto menyoroti tiga aspek krusial yang harus menjadi perhatian utama ketika berbicara tentang kanker, khususnya kanker ginjal. "Pertama, pentingnya kesadaran. Kedua, deteksi dini. Ketiga, dukungan bagi pasien," ungkap Andrew, menegaskan bahwa ketiga pilar ini merupakan fondasi utama dalam upaya melawan penyakit mematikan ini. Konsistensinya dalam menyuarakan isu kesehatan telah membawanya ke berbagai kota di Indonesia, memperkuat pesannya kepada audiens yang lebih luas.
Andrew Susanto tidak hanya berteori tentang gaya hidup sehat, melainkan juga mempraktikannya dalam keseharian. Ia secara rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran tenaga medis. Baginya, medical check-up bukan sekadar prosedur formal, melainkan investasi penting untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh, jauh melampaui deteksi risiko kanker semata.
Pengalaman pribadi Andrew menunjukkan manfaat nyata dari pemeriksaan berkala. "Manfaat yang saya rasakan, tenang karena tahu kondisi tubuh dengan lebih baik, serta kesempatan mengambil langkah pencegahan lebih awal jika terdapat faktor risiko tertentu," jelas Andrew dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com via telepon pada 28 Juni 2026. Kedamaian pikiran yang didapat dari mengetahui status kesehatan adalah hal yang tak ternilai.
Sayangnya, Andrew juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di masyarakat: banyak pasien baru memeriksakan diri ke rumah sakit saat kondisi penyakit sudah parah. Situasi ini menjadi pengingat pahit tentang rendahnya kesadaran akan gejala awal, penundaan pemeriksaan medis, atau bahkan ketakutan yang menghalangi seseorang untuk mencari pertolongan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya edukasi mengenai pentingnya deteksi dini.
Padahal, kecepatan deteksi suatu penyakit memiliki korelasi langsung dengan peluang penanganan yang optimal. Dalam kasus kanker, termasuk kanker ginjal, penemuan pada stadium awal secara signifikan meningkatkan persentase harapan untuk pulih sepenuhnya. Ini adalah pesan kunci yang ingin disampaikan Andrew kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Karena itu, saya mengajak masyarakat lebih peduli kesehatan, lakukan pemeriksaan secara berkala, dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis apabila merasakan keluhan yang tidak biasa," tegas Andrew. Imbauan ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan ajakan untuk mengubah paradigma dari reaktif menjadi proaktif dalam menjaga kesehatan diri.
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi peringatan Hari Kanker Ginjal Sedunia bukan tanpa alasan. Sebagai ibu kota dan pusat aktivitas masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, Jakarta menawarkan jangkauan audiens yang luas. "Dengan memilih Jakarta sebagai lokasi peringatan, semoga pesan soal pentingnya kesehatan ginjal dan deteksi dini kanker dapat menjangkau audiens lebih luas," urai Andrew, yang juga menjabat sebagai Ketua Program CSR Holywings. Harapannya, gaung kampanye ini dapat bergema hingga ke pelosok negeri.
Acara di Jakarta Selatan tersebut diisi dengan cek kesehatan massal gratis dan seminar kesehatan yang menghadirkan dr. Fristly Nasri dari Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Tangerang, sebagai narasumber. Kehadiran pakar medis ini menambah bobot ilmiah dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada peserta.
Dalam paparannya, dr. Fristly Nasri menjelaskan bahwa kanker ginjal sering kali menjadi "silent killer" karena tidak menunjukkan gejala signifikan pada tahap awal. Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, yang tentu saja mempersulit proses penyembuhan. "Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal," ucap Fristly Nasri, menggarisbawahi urgensi pemeriksaan kesehatan rutin.
Andrew Susanto, sebagai Ketua Program CSR Holywings, kembali menekankan bahwa kunci utama untuk melawan ancaman kanker ginjal adalah dengan memahami faktor-faktor risiko yang ada dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat, demi terciptanya Indonesia yang lebih sehat dan produktif.











