Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Abdul Karim Aljufri, menyuarakan pesan inspiratif kepada ribuan pesilat muda Indonesia. Dalam sebuah pidato yang membakar semangat, ia menegaskan pentingnya kebanggaan sebagai atlet pencak silat, sekaligus mendorong mereka untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional. Pesan ini disampaikan di sela-sela pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang berlangsung meriah di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Jumat (26/6) lalu.
Abdul Karim Aljufri menekankan bahwa pencak silat bukanlah sekadar aktivitas fisik atau olahraga "kampungan", melainkan sebuah warisan budaya luhur yang membentuk karakter dan kekuatan bangsa. "Jangan malu jadi atlet Pencak Silat, karena dengan menjadi atlet Pencak Silat, itu akan membuat diri kalian kuat," ujarnya dengan nada penuh keyakinan. Ia melanjutkan, "Pencak Silat bukan olahraga kampungan. Pencak Silat adalah yang membuat kita bisa berdiri sekarang, bisa bertanding seperti ini." Pernyataan ini sekaligus mengingatkan akan nilai-nilai historis dan perjuangan para pendekar terdahulu yang turut berkorban demi kemerdekaan Indonesia, sebuah fondasi yang kini memungkinkan generasi muda menikmati kebebasan dan kesempatan berprestasi.
Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 sendiri merupakan buah kolaborasi strategis antara CNN Indonesia dan PB IPSI. Abdul Karim memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen ini, menyebutnya sebagai ajang yang "sangat penting" dalam upaya pembinaan dan pengembangan atlet. Antusiasme peserta terlihat jelas dengan peningkatan jumlah yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai sekitar 2.000 pesilat muda dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Fenomena ini menunjukkan pertumbuhan minat yang positif di kalangan generasi muda terhadap olahraga bela diri tradisional Indonesia.
Meski demikian, Abdul Karim berharap peningkatan ini tidak hanya terjadi pada kuantitas, melainkan juga kualitas penyelenggaraan. "Saya berharap ini bukan cuma sekadar jumlahnya saja yang meningkat, tapi kualitas penyelenggaraan juga meningkat lebih baik daripada yang kemarin," tegasnya. Lebih jauh, ia juga menyampaikan harapan agar CNN Indonesia tidak pernah "kapok-kapok" dalam menginisiasi kejuaraan serupa. Dukungan media dinilai krusial untuk terus mempopulerkan pencak silat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, menjadikan CNN Indonesia sebagai mitra strategis dalam perjalanan pengembangan olahraga ini.
Pencak silat saat ini memang berada di jalur ambisius menuju pengakuan global. Salah satu target utama PB IPSI adalah memasukkan cabang olahraga ini untuk dipertandingkan pada ajang Olimpiade 2032. Abdul Karim menjelaskan strategi yang telah mereka jalankan untuk mencapai visi tersebut. "Sejak tahun kemarin, kita sudah mulai mengirimkan pelatih-pelatih ke luar negeri," ungkapnya. Langkah ini bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk mendorong munculnya juara-juara baru dari negara lain, bukan hanya didominasi oleh Indonesia.
Strategi ini krusial karena untuk bisa lolos ke ajang sekelas Olimpiade, pencak silat membutuhkan basis atlet yang kuat dan merata di berbagai negara. "Karena tidak mungkin Pencak Silat bisa lolos ke ajang yang lebih tinggi kalau negara-negara lain tidak kita beri kesempatan untuk mendapatkan latihan yang baik seperti layaknya Indonesia," jelas Abdul Karim. Pengiriman pelatih ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem pencak silat yang lebih inklusif dan kompetitif secara internasional, menunjukkan komitmen serius PB IPSI dalam mewujudkan mimpi Olimpiade.
Kejuaraan Piala Presiden 2026 sendiri berlangsung selama empat hari, mulai dari Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6). Para pesilat muda akan berkompetisi dalam dua kategori utama, yakni tanding dan seni. Masing-masing kategori tersebut kemudian dipecah lagi menjadi kelas prestasi, yang menguji kemampuan teknik dan strategi tinggi, serta kelas pemasalan, yang berfokus pada pengembangan dasar-dasar dan partisipasi luas. Publik dapat menyaksikan langsung aksi-aksi memukau para pesilat secara gratis di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, atau melalui siaran langsung kanal YouTube CNN Indonesia bagi yang berhalangan hadir.
Suksesnya penyelenggaraan ajang bergengsi ini juga tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Sejumlah perusahaan besar turut menjadi sponsor utama, di antaranya Pertamina, Bank BRI, Freeport Indonesia, Telkom Indonesia, MIND ID, PLN, Pegadaian, dan Soffell. Keterlibatan korporasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung pembinaan atlet muda serta pengembangan olahraga pencak silat di seluruh pelosok Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, federasi olahraga, media, dan sektor swasta, masa depan pencak silat Indonesia semakin cerah, siap melahirkan lebih banyak pendekar berprestasi yang membanggakan bangsa di kancah dunia.











