Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo bergerak cepat mengintensifkan penyaluran bantuan pangan bersubsidi dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Langkah strategis ini ditempuh untuk menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang semakin dekat. Intervensi pasar yang masif ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga di tengah potensi kenaikan harga komoditas.
Aksi nyata pemerintah daerah ini meliputi pembagian beras dan minyak goreng di wilayah Kabupaten Gorontalo, yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Selain itu, pasar murah dengan penawaran diskon signifikan hingga 64 persen juga digelar di Kota Gorontalo dan kawasan transmigran Pohuwato, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Upaya ini bukan hanya sekadar respons, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh warga.
Di Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Wakil Bupati Tonny S. Junus secara simbolis menyerahkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah kepada 357 keluarga penerima manfaat di Desa Hutadaa. Bantuan yang disalurkan mencakup alokasi untuk bulan Februari dan Maret 2026, berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran ini disambut antusias oleh masyarakat, mengingat manfaatnya yang besar dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, terutama menjelang hari raya kurban.
Ronal Mertiarto Abdini, Camat Talaga Jaya, dalam wawancaranya dengan awak media Tintanusantara, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. "Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan terima kasih banyak bagi pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo, Wakil Bupati H. Tonny S. Junus, yang telah menyalurkan bantuan CPP hari ini di dua desa, yakni Desa Bulota dan Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya," ujarnya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat menjelang Idul Adha dan mendorong partisipasi aktif dalam program pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Pemerintah Desa Hutadaa juga menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan tahap kedua ini yang diserahkan langsung oleh pihak eksekutif kabupaten. Nurain Yasin, Sekretaris Desa Hutadaa, menekankan pentingnya bantuan ini. "Kami sebagai pemerintah Desa Hutadaa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo yang telah memberikan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Alhamdulillah hari ini telah disalurkan di Desa Hutadaa untuk tahap kedua, yakni alokasi bulan Februari dan bulan Maret Tahun 2026," jelasnya. Pihak desa juga mengimbau agar bahan pangan yang diterima dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk konsumsi rumah tangga dan tidak disalahgunakan, seperti dijual kembali.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut berkolaborasi dengan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Muslimin, untuk menyelenggarakan pasar murah di Kota Gorontalo. Pasar murah ini menyediakan 1.000 paket berisi tujuh komoditas pokok dengan harga yang sangat terjangkau. Dari total nilai paket Rp265.000, warga hanya perlu membayar Rp95.000 berkat subsidi pemerintah yang mencapai 64 persen.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikan oleh anggota DPRD. "Pasar murah ini adalah aspirasi yang disampaikan oleh setiap anggota DPRD kepada pemerintah ketika mereka melihat dan merekam kebutuhan rakyat. Pada hari ini, Pak Anca ambil bagian yang ada di sini," kata Gusnar, menegaskan upaya pemerintah untuk selalu memantau dan merespons kenaikan harga di pasar. Paket komoditas bersubsidi ini mencakup 10 butir telur, minyak goreng, rica, bawang merah, gula pasir yang masing-masing dihargai Rp10.000, serta 5 kilogram beras seharga Rp25.000 dan satu ekor ayam seharga Rp20.000.
Tidak hanya di Kota Gorontalo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo juga menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Pohuwato. Pada Sabtu, 23 Mei 2026, pasar murah bersubsidi dilaksanakan di Kecamatan Taluditi, kawasan transmigran yang dihuni oleh perpaduan suku Jawa dan Gorontalo. Sebanyak 1.000 kupon belanja disediakan bagi warga setempat, sebagaimana dilaporkan oleh theopini.id.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka menjelang hari raya. Keunikan dari pasar murah di Taluditi adalah kebebasan warga untuk membeli komoditas secara eceran, disesuaikan dengan prioritas kebutuhan domestik mereka. "Jadi masyarakat tidak harus membeli seluruh paket senilai Rp95 ribu. Jika hanya membutuhkan beras, minyak goreng, gula, telur, atau ayam saja, itu juga diperbolehkan. Pemerintah ingin masyarakat benar-benar terbantu sesuai kebutuhan mereka," tambah Idah Syahidah, menekankan fleksibilitas program untuk menjangkau kebutuhan riil masyarakat.
Berbagai inisiatif yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Gorontalo ini menjadi bukti konkret upaya menjaga daya beli masyarakat. Dengan ketersediaan pangan yang terjamin dan harga yang stabil, diharapkan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dapat berjalan dengan khidmat dan sukacita bagi seluruh masyarakat Gorontalo, tanpa terkendala oleh gejolak harga kebutuhan pokok. Program-program ini juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi regional yang berkelanjutan.











