Terapi pegcetacoplan menunjukkan kemampuan signifikan dalam memperlambat hilangnya sel photoreceptor dan retinal pigment epithelium (RPE) pada pasien yang menderita geographic atrophy (GA) saja, maupun pada pasien yang memiliki GA disertai dengan age-related macular degeneration (AMD) basah.
Temuan ini diungkapkan oleh Hasenin Al-khersan, MD, saat mempresentasikan hasil studi retrospektif pada pertemuan tahunan American Society of Retina Specialists. Studi tersebut menganalisis data dari 240 mata milik 199 pasien yang tergabung dalam jaringan Retina Consultants of America.
Dalam presentasinya, Al-khersan menekankan bahwa secara historis, penelitian mengenai progresi geographic atrophy cenderung hanya melibatkan pasien dengan GA murni. Pasien yang memiliki kondisi GA bersamaan dengan neovascular AMD, atau AMD basah, seringkali dikecualikan dari studi-studi tersebut. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pemahaman mengenai dampak terapi pada populasi pasien yang lebih kompleks.
Penelitian yang dipaparkan oleh Al-khersan ini secara khusus dirancang untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dengan memasukkan data dari pasien yang menderita kedua kondisi tersebut secara bersamaan, studi ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas pegcetacoplan.
Data yang dikumpulkan dari Retina Consultants of America memungkinkan analisis mendalam terhadap perubahan sel photoreceptor dan RPE. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa pegcetacoplan memberikan manfaat protektif terhadap sel-sel vital di retina, terlepas dari apakah pasien hanya mengalami GA atau kombinasi GA dan AMD basah.
Temuan ini berpotensi mengubah paradigma penanganan pasien dengan kondisi degenerasi makula yang lebih kompleks. Keberhasilan pegcetacoplan dalam memperlambat hilangnya sel RPE, yang krusial untuk fungsi penglihatan, membuka harapan baru bagi pasien yang sebelumnya mungkin memiliki pilihan terapi yang terbatas atau kurang efektif.
