Paus Leo XIV Pertimbangkan Tawaran Kunjungan ke Korea Utara, Langkah Perdamaian di Semenanjung

Emanuel

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan proposal penting kepada Paus Leo XIV saat pertemuan di Vatikan pada Juni 2026 lalu, mengundang pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu untuk melakukan kunjungan historis ke Zona Demiliterisasi (DMZ) hingga wilayah Korea Utara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Seoul untuk memperkuat perdamaian dan rekonsiliasi di Semenanjung Korea yang bergejolak.

Undangan tersebut disampaikan Lee secara langsung kepada Paus Leo XIV pada 15 Juni 2026, hari kedua kunjungannya ke Vatikan. Selain ajakan untuk mengunjungi DMZ dan Korea Utara, Presiden Lee juga secara resmi mengundang Paus untuk menghadiri Hari Kaum Muda Sedunia (World Youth Day/WYD) yang rencananya akan diselenggarakan di Seoul pada Agustus 2027.

Presiden Lee Jae Myung menyatakan komitmennya untuk bekerja sama erat dengan Takhta Suci demi kesuksesan penyelenggaraan WYD 2027 di ibu kota Korea Selatan. Acara akbar bagi kaum muda Katolik sedunia ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 8 Agustus 2027.

Dalam pertemuan tersebut, Paus Leo XIV memberikan respons positif terhadap proposal kunjungan tersebut. "Paus mengatakan ia akan secara aktif mempertimbangkan dan berupaya untuk mewujudkannya," ujar Presiden Lee pada Sabtu, 20 Juni 2026, mengutip laporan Korea Herald.

Presiden Lee mengungkapkan bahwa Paus Leo XIV menunjukkan minat yang mendalam terhadap upaya perdamaian di Semenanjung Korea. Selain itu, Paus juga disebut memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan Gereja Katolik di Korea Selatan.

Lebih lanjut, Presiden Lee juga menyampaikan aspirasi agar komunitas Katolik di Korea Selatan dapat memiliki seorang kardinal yang berbasis di negara tersebut. Kehadiran kardinal lokal diharapkan dapat membantu dalam penanganan berbagai urusan internal bagi sekitar 6 juta umat Katolik di Korea.

Dalam agenda kunjungannya ke Vatikan, Presiden Lee Jae Myung tidak hanya bertemu dengan Paus, tetapi juga mengadakan diskusi mendalam dengan para pejabat penting Vatikan lainnya. Pembahasan tersebut fokus pada strategi dan upaya konkret untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di Semenanjung Korea.

Presiden Lee juga berkesempatan menghadiri Misa khusus yang digelar di Vatikan untuk mendoakan perdamaian dan solidaritas. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan komitmen dan visi pemerintahannya untuk mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya semangat rekonsiliasi dan kerja sama, yang tercermin dalam Deklarasi Bersama antar-Korea 15 Juni, agar terus hidup dan menjadi harapan bagi masa depan semenanjung.

Hari Kaum Muda Sedunia merupakan salah satu pertemuan internasional terbesar bagi kaum muda Katolik dari seluruh penjuru dunia. Pemilihan Seoul sebagai tuan rumah pada tahun 2027 menandai sejarah baru, menjadikan Korea Selatan sebagai negara Asia kedua yang dipercaya menjadi tuan rumah acara prestisius ini, setelah Filipina pada tahun 1995.

Kunjungan Paus ke Korea Utara, jika terealisasi, akan menjadi sebuah peristiwa diplomatik dan spiritual yang monumental. Namun, Presiden Lee menekankan bahwa realisasi kunjungan ke wilayah Korea Utara sangat bergantung pada kondisi politik dan diplomatik yang memungkinkan, termasuk adanya undangan resmi dari Pyongyang.

Hubungan antara Takhta Suci dan Republik Korea sendiri telah terjalin dengan baik sejak tahun 1963. Selama bertahun-tahun, kedua belah pihak telah mempertahankan hubungan yang erat. Sejarah mencatat kunjungan Paus Santo Yohanes Paulus II ke Korea Selatan sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1984 dan 1989. Kemudian, Paus Fransiskus juga pernah mengunjungi negara tersebut pada tahun 2014, bertepatan dengan perhelatan Hari Kaum Muda Asia (Asia Youth Day/AYD) ke-6.

Menurut siaran pers dari Kantor Pers Takhta Suci, dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Negara Kardinal dan Presiden Republik Korea juga merefleksikan kontribusi positif yang telah diberikan oleh Gereja Katolik di Korea Selatan kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Potensi kunjungan Paus ke Semenanjung Korea, termasuk kemungkinan melintasi DMZ, membuka harapan baru bagi upaya deeskalasi ketegangan dan pembangunan jembatan dialog. Pengalaman historis menunjukkan peran penting tokoh agama dalam memfasilitasi perdamaian, dan ajakan Presiden Lee ini diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi proses perdamaian yang telah lama dinanti.

Keterlibatan Paus dalam isu Semenanjung Korea bukan hal baru. Beliau kerap menyuarakan keprihatinan dan mendoakan perdamaian bagi kawasan tersebut. Minat kuat yang ditunjukkan Paus Leo XIV terhadap isu Korea ini menjadi sinyal positif yang patut diapresiasi oleh komunitas internasional.

Penyelenggaraan Hari Kaum Muda Sedunia di Seoul pada 2027 juga diharapkan dapat menjadi ajang promosi perdamaian dan persahabatan antarbudaya. Jutaan pemuda Katolik yang berkumpul akan membawa pesan perdamaian ke seluruh dunia, sekaligus merasakan langsung dinamika serta keindahan budaya Korea Selatan.

Seluruh agenda diplomatik yang dijalankan Presiden Lee Jae Myung di Vatikan mencerminkan komitmen kuat Korea Selatan untuk terus berupaya mencari solusi damai bagi konflik yang telah berlangsung puluhan tahun di Semenanjung Korea. Dukungan dari pemuka agama dunia seperti Paus Leo XIV menjadi modal berharga dalam upaya tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All