Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan 300 personel gabungan untuk menghadapi potensi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi dini menjelang musim kemarau panjang yang diprediksi akan melanda tahun ini.
Penetapan status siaga karhutla ini tertuang dalam Keputusan Bupati OKU Nomor : 300.32/376/KPTS/XLIV.1/2026. Langkah ini juga diperkuat dengan adanya Surat Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Nomor : E.B/KL.01.00/032/KSSL/III/2026, yang secara spesifik memprediksi kondisi musim kemarau di tahun 2026. Sekretaris Daerah Pemkab OKU, Alva Elan, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap menjadi masalah tahunan, terutama saat musim kering tiba.
"Kami tidak bisa lengah dalam menghadapi potensi bencana karhutla. Dengan personel yang disiagakan, kami berharap dapat merespons setiap insiden kebakaran dengan cepat dan efektif untuk mencegah meluasnya dampak kabut asap," ujar Alva Elan pada Minggu, 21 Juni 2026. Personel gabungan ini terdiri dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU dan berbagai instansi terkait lainnya di tingkat kabupaten.
Upaya kesiapsiagaan ini tidak hanya berhenti pada mobilisasi personel. Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan karhutla telah dilakukan secara detail. Sebanyak 10 kecamatan di OKU telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
Kecamatan-kecamatan yang masuk dalam peta kerawanan tersebut meliputi Lubuk Batang, Semidang Aji, Pengandonan, Lengkiti, Baturaja Timur, Baturaja Barat, Sosoh Buay Rayap, Peninjauan, Muara Jaya, dan Kedaton Peninjauan Raya (KPR). Wilayah-wilayah ini umumnya memiliki karakteristik yang mendukung terjadinya kebakaran, seperti keberadaan hutan dan lahan perkebunan masyarakat yang mudah kering dan terbakar ketika musim kemarau panjang.
"Luasnya area hutan dan vegetasi kering yang dimiliki masyarakat di kecamatan-kecamatan tersebut menjadi faktor utama kerawanan. Oleh karena itu, fokus pengawasan dan pencegahan akan lebih ditingkatkan di area-area ini," tambah Januar Efendi.
Untuk memastikan respons yang sigap, BPBD OKU juga telah mengaktifkan kembali posko-posko penanggulangan bencana di daerah-daerah yang teridentifikasi rawan. Keberadaan posko ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi dan mempercepat penanganan jika terjadi insiden kebakaran, sehingga dampaknya dapat diminimalisir sedini mungkin.
Selain kesiapan personel dan posko, infrastruktur dan peralatan penunjang juga menjadi prioritas. BPBD OKU telah memastikan ketersediaan berbagai alat vital yang dibutuhkan dalam operasi pemadaman. Peralatan tersebut meliputi mesin pompa air, selang, mesin gergaji mesin (chainsaw), pakaian pelindung tahan api, tabung oksigen, masker anti polusi ganda, serta tangki air portabel (portable water tank).
"Kami juga menyiapkan enam unit mobil suplai air yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan untuk mendukung upaya pemadaman api di berbagai lokasi yang teridentifikasi rawan kebakaran," jelas Januar Efendi. Ketersediaan peralatan yang memadai ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tim penanggulangan karhutla dalam mengatasi kebakaran yang mungkin terjadi.
Pemerintah Kabupaten OKU menyadari bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, selain upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan, sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lahan serta larangan membakar hutan dan lahan secara sembarangan juga terus digalakkan. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla.
Ancaman karhutla tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dampak ekologis yang serius, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati dan kerusakan habitat satwa liar. Selain itu, kabut asap yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi, serta perekonomian daerah. Oleh karena itu, langkah proaktif yang diambil oleh Pemkab OKU ini sangat krusial dalam melindungi wilayahnya dari ancaman bencana yang lebih besar.
Kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh Pemkab OKU ini mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan warganya dari dampak buruk karhutla. Dengan personel terlatih, peralatan memadai, dan strategi penanggulangan yang matang, diharapkan Kabupaten OKU dapat melalui musim kemarau panjang tahun ini dengan meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
