Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan delegasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melakukan perjalanan ke New York, Amerika Serikat. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan respons langsung terhadap sentimen yang muncul dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu MSCI dan S&P Global.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, 23 Januari 2024, OJK menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang telah dijadwalkan sebelumnya. Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor keuangan dan pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa dialog ini bertujuan untuk memperjelas berbagai isu yang menjadi perhatian MSCI dan S&P Global. “Kami berdiskusi dengan MSCI dan S&P Global mengenai berbagai sentimen yang muncul terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Inarno Djajadi.
Lebih lanjut, Inarno menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi forum untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait perkembangan terkini di pasar modal domestik. “Kami juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perkembangan pasar modal Indonesia terkini, serta langkah-langkah perbaikan yang terus kami lakukan,” tambahnya.
Kunjungan ke New York ini juga melibatkan anggota Komisi XI DPR RI. Ketua Komisi XI DPR RI, Kahar Muzakkir, yang turut serta dalam rombongan, menegaskan pentingnya kehadiran perwakilan parlemen dalam forum internasional tersebut. “Kehadiran DPR RI sangat penting untuk menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan parlemen dalam menjaga stabilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia,” kata Kahar Muzakkir.
Sentimen negatif atau kekhawatiran dari lembaga pemeringkat seperti MSCI dan S&P Global dapat berdampak signifikan terhadap persepsi investor asing terhadap pasar keuangan suatu negara. Oleh karena itu, respons cepat dan terkoordinasi dari regulator dan pembuat kebijakan seperti OJK dan DPR menjadi krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor dan menjaga aliran investasi.
Diskusi yang dilakukan di New York ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi yang memadai dan meyakinkan para pemangku kepentingan internasional mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang kuat serta upaya berkelanjutan dalam memperkuat regulasi dan tata kelola pasar modal.
