Nigeria Tuntut Kompensasi Afrika Selatan Atas Aset Warganya yang Terbengkalai Akibat Sentimen Anti-Migran

Yohanes

Pemerintah Nigeria resmi menyatakan akan menuntut kompensasi dari Afrika Selatan. Langkah ini diambil menyusul eksodus besar-besaran warga Nigeria akibat gelombang protes anti-migran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Kimiebi Imomotimi Ebienfa, menegaskan isu ini akan segera dibahas. Diskusi akan dilakukan melalui jalur diplomatik tertinggi antara kedua negara tersebut.

Plt Komisaris Tinggi Nigeria untuk Afrika Selatan, Alexander Ajayi, kini mulai mendata aset warga. Pendataan mencakup bisnis, kendaraan, hingga properti yang ditinggalkan oleh para warga Nigeria.

Sentimen anti-migran di Afrika Selatan memuncak setelah kelompok massa menuntut pengetatan aturan imigrasi. Aksi protes ini memaksa sekitar 25.000 warga asing meninggalkan negara tersebut.

Oghodero Erejor Wilson, seorang pedagang berusia 32 tahun, menjadi salah satu saksi ketakutan tersebut. Ia terpaksa meninggalkan bisnis pakaiannya di Centurion demi menyelamatkan nyawa dari ancaman kekerasan.

Wilson mengaku telah tinggal di Afrika Selatan selama hampir sepuluh tahun. Namun, ia kini kehilangan segalanya karena situasi keamanan yang semakin memburuk di sana.

Lebih dari 600 warga Nigeria tercatat telah dipulangkan melalui proses evakuasi. Sementara itu, ratusan orang lainnya masih menunggu giliran penerbangan pulang ke tanah air.

Pihak otoritas Afrika Selatan mengeklaim para warga yang dipulangkan masuk secara ilegal. Namun, narasi ini dibantah keras oleh pihak pemerintah Nigeria.

Polisi Afrika Selatan melaporkan penangkapan terhadap 900 orang selama aksi protes berlangsung. Mayoritas penangkapan terkait pelanggaran aturan imigrasi serta tindakan penjarahan properti warga.

Meskipun menuntut ganti rugi, Ebienfa menegaskan hubungan diplomatik kedua negara tetap terjaga. Setiap klaim aset akan diverifikasi secara ketat sebelum diajukan secara formal kepada pemerintah Pretoria.

Wilson sendiri mengaku pesimistis terkait janji kompensasi pemerintah. Ia merasa peluang untuk mendapatkan kembali kerugian materiilnya sangat tipis meski dokumen telah diserahkan.

Saat ini, ketegangan di lapangan masih menjadi perhatian serius bagi diplomat Nigeria. Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi warganya yang terdampak krisis sosial tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Afrika Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut. Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi terkait perlindungan hak-hak migran di Afrika Selatan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All