Pemandangan mengharukan tersaji di Stadion Monterrey, Meksiko, saat gelaran babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung pada Selasa (30/6) pagi WIB. Penyerang andalan tim nasional Belanda, Cody Gakpo, tak mampu menahan air matanya sesaat setelah ia berhasil menggetarkan jala gawang Maroko yang dijaga ketat oleh Bono. Gol tersebut tercipta pada menit ke-72 dan sempat membawa Belanda unggul dalam laga krusial tersebut.
Alih-alih merayakan keberhasilan mencetak angka dengan selebrasi meriah, pemain berusia 27 tahun itu justru menunjukkan gestur yang memilukan. Gakpo terlihat bersimpuh di atas rumput lapangan, menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan memegangi bagian belakang kepalanya dengan kedua tangan. Keheningan yang terpancar dari bahasa tubuhnya kontras dengan sorak-sorai pendukung Belanda di tribun.
Rekan-rekan setimnya yang menyadari situasi emosional tersebut segera berlari menghampiri dan mengerubungi Gakpo untuk memberikan dukungan moril. Setelah beberapa saat dalam posisi tersebut, ia kemudian bangkit dan mengarahkan telunjuk kanannya ke langit, seolah tengah merapalkan doa bagi sosok yang sangat berarti dalam hidupnya. Laga itu sendiri akhirnya berakhir dengan skor imbang setelah Maroko berhasil membalas melalui sundulan Issa Diop pada masa injury time babak kedua.
Di balik aksi emosional tersebut, tersimpan duka mendalam yang tengah membelenggu kehidupan pribadi bintang Liverpool ini. Cody Gakpo sedang menjalani hari-hari yang sangat berat setelah ia dan pasangannya, Noa van der Bij, kehilangan calon putra kedua mereka yang masih berada dalam kandungan. Kehamilan tersebut sejatinya menjadi momen yang sangat dinantikan oleh keluarga kecil mereka, dengan prediksi kelahiran yang seharusnya jatuh pada bulan Oktober mendatang.
Kabar duka yang menyayat hati ini pertama kali diungkapkan ke publik oleh Noa van der Bij melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (27/6) waktu setempat. Melalui unggahan yang sarat akan kesedihan, Noa membagikan foto emosional yang memperlihatkan genggaman tangan dirinya dan Gakpo di atas selimut serta topi rajut bayi yang telah disiapkan untuk menyambut kehadiran sang buah hati.
Dalam pesan tertulisnya, Noa menyampaikan pengumuman yang memilukan mengenai kepergian sang jabang bayi. Dengan hati yang hancur, ia membagikan kabar bahwa bayi laki-laki mereka telah meninggal dunia selama masa kehamilan. Pasangan ini pun memberikan nama indah bagi putra mereka, yakni Elijah Raphael Gakpo, sembari menegaskan bahwa sang bayi akan selalu dicintai dan dikenang sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga mereka.
Noa juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan cinta serta dukungan moril di tengah masa-masa sulit ini. Kehilangan seorang anak tentu menjadi pukulan telak bagi siapa pun, termasuk bagi sosok atlet profesional seperti Gakpo yang harus tetap menjaga performa di lapangan hijau di tengah badai duka yang menghantam kehidupan pribadinya.
Dalam unggahan yang sama, Noa menceritakan sebuah momen spiritual yang menyentuh saat ia, Gakpo, dan putra pertama mereka, Samuel, menyempatkan diri pergi ke gereja untuk menyalakan lilin doa. Sebuah kebetulan yang dianggap sebagai tanda kekuasaan Tuhan terjadi saat mereka berada di taman bermain gereja tersebut. Mereka bertemu dengan satu-satunya anak lain yang berada di lokasi itu, yang ternyata memiliki nama yang sama dengan mendiang putra mereka, Elijah.
Bagi Noa, kejadian tersebut menjadi penghibur di tengah duka yang mendalam. Ia menganggap pertemuan itu sebagai pesan indah dari Tuhan bahwa mendiang putranya, Elijah Raphael Gakpo, tidak pernah berada jauh dari jangkauan hati mereka. Kisah ini pun memicu simpati luas dari penggemar sepak bola di seluruh dunia, yang turut mendoakan ketabahan bagi keluarga Gakpo dalam menghadapi masa-masa sulit pasca-Piala Dunia 2026.
Sebagai seorang pesepak bola profesional, kemampuan Gakpo untuk tetap tampil di lapangan dan mencetak gol di tengah tragedi pribadi menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa. Meski harus menelan pil pahit kehilangan calon buah hati, ia tetap menunjukkan dedikasi penuh bagi tim nasional Belanda. Gol yang ia cetak ke gawang Maroko kini bukan lagi sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah penghormatan emosional yang tulus bagi mendiang Elijah Raphael.
Publik sepak bola kini memberikan respek yang tinggi kepada pemain asal Liverpool tersebut. Dukungan tidak hanya mengalir dari sesama pemain dan staf pelatih, tetapi juga dari komunitas sepak bola internasional yang turut merasakan kehilangan tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen pemain mengenai rencana masa depan Gakpo di timnas Belanda pasca-laga tersebut, namun fokus utama publik saat ini adalah memberikan ruang privasi bagi Gakpo dan keluarga untuk melalui masa berkabung.
Kisah tentang Cody Gakpo ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di balik sorotan kamera dan gemerlap panggung Piala Dunia, para pemain sepak bola tetaplah manusia biasa yang memiliki sisi kemanusiaan, kerapuhan, dan tantangan hidup yang nyata. Dukungan yang diberikan oleh rekan setimnya di lapangan menjadi cerminan bahwa solidaritas dan empati tetap menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi di tengah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.











