Sunday, 12 July 2026
BREAKING
BERITA

Mitratel Guyur Pemegang Saham Dividen Rp2,08 Triliun, Simak Kinerja Solid Sepanjang 2025

Oleh Emanuel June 30, 2026 2 weeks lalu 0 komentar

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel mencatatkan capaian finansial yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan infrastruktur telekomunikasi ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dengan nilai total mencapai Rp2,08 triliun. Keputusan ini secara resmi disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026).

Nilai dividen tersebut setara dengan Rp25,6 per lembar saham. Besaran alokasi laba ini tergolong signifikan karena mencerminkan 98 persen dari total perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025. Langkah korporasi ini menjadi bukti nyata komitmen Mitratel dalam memberikan nilai tambah yang konsisten bagi para investor di tengah tantangan industri infrastruktur digital yang semakin dinamis.

Sepanjang tahun 2025, Mitratel mampu mencatatkan kinerja operasional yang sangat solid. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun dengan perolehan EBITDA mencapai Rp7,83 triliun. Sementara itu, laba bersih yang dikantongi perusahaan menyentuh angka Rp2,12 triliun. Capaian ini tidak lepas dari model bisnis perusahaan yang berbasis pada pendapatan berulang atau recurring revenue, tingkat profitabilitas yang terjaga, serta arus kas operasional yang sangat kuat.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten. Manajemen selalu berupaya menjaga keseimbangan antara upaya penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui pembagian dividen dan langkah investasi strategis untuk pertumbuhan masa depan. Fondasi yang kokoh pada tahun 2025 ini dinilai menjadi landasan penting bagi fase ekspansi perusahaan selanjutnya.

Dalam upaya menjaga keunggulan kompetitif, Mitratel terus mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki. Hal ini terlihat dari peningkatan tenancy ratio yang naik menjadi 1,57x. Peningkatan efisiensi ini menjadi sinyal positif bagi pasar mengenai kemampuan perseroan dalam memaksimalkan penggunaan menara telekomunikasi yang sudah ada untuk melayani kebutuhan berbagai operator telekomunikasi di Indonesia.

Selain bisnis menara, perseroan juga mencatatkan langkah progresif pada segmen fiber optik. Mitratel berhasil menambah jaringan fiber optik sepanjang 6.160 kilometer secara organik, sehingga total jaringan infrastruktur fiber optik yang dikelola kini mencapai 57.199 kilometer. Ekspansi ini berdampak langsung pada peningkatan Fiber Billable Length yang kini mencapai 70.618 kilometer. Dampaknya, segmen pendapatan dari fiber optik melonjak signifikan sebesar 18,1 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Dengan portofolio yang mencakup lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi serta jaringan fiber optik yang terus diperluas, posisi Mitratel semakin kokoh sebagai pemimpin infrastruktur telekomunikasi digital di tanah air. Perseroan memosisikan diri sebagai fondasi utama yang mendukung percepatan transformasi digital nasional. Seiring dengan kebutuhan konektivitas digital yang terus meroket, Mitratel juga mulai melakukan diversifikasi layanan melalui pengembangan berbagai infrastruktur digital bernilai tambah.

Strategi jangka panjang perusahaan ke depan adalah bertransformasi menjadi Next-Generation Tower Company. Hal ini bukan sekadar perluasan portofolio, melainkan sebuah evolusi strategis agar Mitratel mampu menghadirkan solusi infrastruktur digital yang semakin komprehensif. Selain bisnis utama di menara telekomunikasi, perusahaan kini memperkuat kapabilitas pada layanan fiber connectivity, managed services, hingga solusi energi berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret dalam transformasi tersebut adalah keputusan RUPST untuk menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Mitratel akan mengembangkan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Inovasi ini dianggap sebagai fondasi penting untuk membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus menciptakan solusi infrastruktur digital dan energi yang lebih terintegrasi bagi para pelanggan.

Theodorus menambahkan bahwa penggabungan kapabilitas menara, fiber, managed services, dan energi berkelanjutan akan menempatkan Mitratel sebagai mitra utama dalam percepatan digitalisasi Indonesia. Dengan skala infrastruktur terbesar di kawasan dan model bisnis yang resilien, perseroan optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinannya di pasar domestik maupun Asia Tenggara.

Selain membahas kinerja keuangan dan strategi bisnis, RUPST juga melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris. Langkah ini dilakukan guna memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan agenda pertumbuhan jangka panjang tetap berjalan sesuai rencana. Dalam rapat tersebut, Noorhayati Candrasuci resmi diangkat sebagai Direktur Investasi yang baru, menggantikan Hendra Purnama.

Theodorus menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Hendra Purnama selama menjabat. Ia juga menyambut baik kehadiran Noorhayati Candrasuci yang dinilai memiliki pemahaman mendalam terkait industri seluler dan telekomunikasi secara menyeluruh. Perubahan ini diharapkan membawa energi baru bagi jajaran manajemen Mitratel dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompleks.

Susunan direksi terbaru Mitratel kini terdiri dari Theodorus Ardi Hartoko sebagai Direktur Utama, Agus Winarno sebagai Direktur Bisnis, dan Ian Sigit Kurniawan sebagai Direktur Keuangan. Di jajaran operasional, terdapat Hastining Bagyo Astuti sebagai Direktur Operasi dan Pembangunan. Sementara itu, posisi Direktur Investasi diisi oleh Noorhayati Candrasuci dan Direktur Pengelolaan Aset dijabat oleh Fandi Wijaya.

Perubahan kepemimpinan dan penajaman strategi melalui diversifikasi layanan menjadi sinyal bagi investor bahwa Mitratel siap memasuki fase pertumbuhan baru. Dengan fondasi keuangan yang sehat dan komitmen dividen yang tinggi, perusahaan menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi era infrastruktur digital masa depan yang menuntut integrasi antara konektivitas, efisiensi energi, dan layanan infrastruktur yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait