Jakarta – Microsoft selama ini memposisikan Windows sebagai sistem operasi (OS) dan Copilot sebagai asisten kecerdasan buatan (AI) yang terpisah. Namun, sebuah video bocoran mengungkap eksperimen radikal perusahaan teknologi raksasa tersebut di masa lalu.
Proyek internal yang diberi nama Project Aion ini membayangkan Copilot tidak hanya terintegrasi dalam Windows, tetapi menjadi inti dari sistem operasi itu sendiri. Ini berarti hilangnya elemen-elemen familiar seperti menu Start, Taskbar, dan antarmuka desktop yang telah ada selama tiga dekade.
Bocoran video yang pertama kali muncul di server Discord BetaWiki memperlihatkan sebuah OS berbasis agen AI yang disebut "agentic OS". Dalam prototipe ini, Copilot tertanam sangat dalam ke dalam inti shell sistem operasi.
Sistem eksperimental ini dibangun di atas basis kode Windows yang sepenuhnya baru, dijuluki "Win3". Desainnya adalah menciptakan OS yang ringan dan sepenuhnya berbasis web. Win3 mengandalkan browser Edge, termasuk layout engine Chromium, sebagai cangkang utama untuk menjalankan pengalaman AI Copilot.
Project Aion menawarkan perombakan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan komputer mereka. Pengguna akan berinteraksi langsung dengan AI, dan AI akan mengelola aplikasi serta tugas. Navigasi akan berbasis perintah suara atau teks, menghilangkan kebutuhan untuk membuka aplikasi secara manual.
Banyak sumber mengonfirmasi keaslian klip video tersebut, meskipun diperkirakan usianya sudah mencapai dua tahun. Belum ada konfirmasi apakah Project Aion ini akan menjadi produk nyata atau hanya sekadar eksperimen internal sesaat dari tim Microsoft. Mengingat usianya, kemungkinan besar proyek ini sudah dihentikan.
Meskipun Aion mungkin tidak akan pernah dirilis sebagai sistem operasi mandiri, prototipe ini menjadi bukti paling jelas mengenai sejauh mana Microsoft berani berinovasi demi ambisi masa depan AI mereka. Demikian dilaporkan detikINET dari Techspot, Sabtu (4/7/2026). Eksperimen ini menunjukkan bahwa Microsoft terus mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan AI secara mendalam ke dalam pengalaman komputasi pengguna. Potensi pergeseran paradigma ini bisa mengubah cara kita menggunakan komputer di masa depan.











