Jakarta – Di tengah lonjakan harga komponen memori global yang kian mencekik, raksasa teknologi Meta menampilkan solusi inovatif. Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini berhasil mendaur ulang modul RAM DDR4 lawas dari server mereka yang tak lagi terpakai. Yang lebih mencengangkan, memori usang tersebut kini dijejalkan ke dalam server Artificial Intelligence (AI) generasi terbaru. Server-server ini sejatinya hanya mendukung memori DDR5.
Inovasi ini terkuak melalui dokumen yang dipresentasikan Meta di konferensi ISCA 2026 akhir Juni lalu. Tim teknis Meta merancang sebuah chip Application Specific Integrated Circuit (ASIC) CXL 2.0 kustom bernama "Vistara". Chip pintar ini berperan sebagai jembatan krusial. Ia memastikan modul memori DDR4 lawas dapat bekerja selaras dengan platform DDR5 generasi baru. Tanpa Vistara, kompatibilitas dan potensi penurunan kinerja (latensi) akan menjadi masalah serius.
Server AI terbaru Meta, yang dijuluki "MemServers", mengandalkan kekuatan prosesor AMD Epyc Turin. Prosesor ini memiliki 158 core dan 316 thread. Secara teknis, prosesor Turin tidak dirancang untuk RAM DDR4. Namun, berkat chip Vistara, setiap unit MemServer kini mampu menampung total memori gabungan hingga 1 TB. Rinciannya adalah 768 GB RAM DDR5-6400 berkecepatan tinggi sebagai memori utama. Sisanya, 256 GB RAM DDR4-2400, terhubung melalui CXL Vistara.
Kunci efektivitas sistem ini terletak pada cara Vistara mengelola kumpulan RAM DDR4. Perangkat lunak ini memperlakukannya sebagai NUMA node terpisah tanpa CPU. Alhasil, sistem dapat memilah data secara otomatis. Data yang sering diakses atau "panas" disimpan di memori DDR5 yang super cepat. Sementara itu, data yang jarang diakses atau "dingin" dialihkan ke kumpulan RAM DDR4 yang lebih lambat. Modifikasi driver CXL pada sistem operasi Linux juga dilakukan agar komponen lawas ini terdeteksi.
Pendekatan cerdas Meta ini memberikan dampak signifikan. Desain MemServers diklaim berhasil mengurangi kebutuhan server inferensi AI hingga 25%. Beban sistem tambahan, seperti restart tugas dan fragmentasi, juga berkurang 33%. Dengan demikian, Meta mampu menekan anggaran infrastruktur secara masif. Kinerja pemrosesan AI pun tetap optimal tanpa penurunan berarti.
Strategi efisiensi melalui teknologi CXL ini tampaknya mulai dilirik para pemain besar di industri teknologi. Selain Meta, Panmnesia, perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, juga memamerkan chip pengontrol CXL kustomnya di ISCA 2026. Solusi ini menawarkan alternatif bagi perusahaan lain untuk mengintegrasikan perangkat keras beda generasi. Tujuannya jelas, menekan biaya pengadaan komponen server yang terus meningkat. (asj)











