Friday, 10 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengupas ‘Intensive Parenting’: Antara Dukungan Penuh dan Potensi Dampak Negatif

Oleh Muzairi M July 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Gaya pengasuhan yang menuntut keterlibatan orang tua secara mendalam kini semakin dikenal dengan istilah ‘intensive parenting’. Praktik ini berfokus pada partisipasi aktif orang tua dalam setiap aspek kehidupan anak, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekstrakurikuler. Namun, di balik niat baik untuk memberikan yang terbaik, terdapat manfaat dan risiko yang perlu dipahami secara matang.

Apa sebenarnya intensive parenting itu? Konsep ini menekankan peran orang tua sebagai pengatur utama jadwal, pendukung akademis, dan mentor dalam perkembangan sosial anak. Orang tua dituntut untuk selalu hadir dan membimbing, memastikan anak tidak melewatkan kesempatan emas untuk berkembang.

Manfaat utama dari pendekatan ini adalah potensi pembentukan anak yang berprestasi dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Keterlibatan orang tua yang intens dapat membantu anak menggali potensi diri secara maksimal. Dukungan konstan juga dapat membangun ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak.

Namun, gaya pengasuhan ini juga menyimpan risiko yang tidak bisa diabaikan. Tekanan berlebih untuk selalu sempurna dapat memicu stres, baik bagi anak maupun orang tua. Anak bisa merasa terbebani dan kehilangan kemandiriannya jika segala sesuatunya diatur oleh orang tua.

Selain itu, orang tua yang terlalu fokus pada anak berisiko mengalami kelelahan emosional atau burnout. Kurangnya waktu untuk diri sendiri dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Keseimbangan adalah kunci agar pengasuhan ini tidak berujung pada kepenatan.

Bagaimana cara menerapkan intensive parenting secara sehat? Para ahli menyarankan untuk tetap memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan belajar dari kesalahannya sendiri. Fleksibilitas dalam jadwal dan apresiasi terhadap usaha anak, bukan hanya hasil, sangatlah penting.

Orang tua juga perlu mengenali batasan diri dan tidak membandingkan perkembangan anak dengan orang lain. Komunikasi terbuka dengan anak mengenai harapan dan perasaan masing-masing akan membantu membangun hubungan yang harmonis. Mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau komunitas juga bisa menjadi solusi.

Intensive parenting bukanlah tentang mengendalikan setiap gerak anak, melainkan tentang memberikan dukungan yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan pemahaman yang benar, gaya pengasuhan ini dapat menjadi fondasi kuat bagi tumbuh kembang anak tanpa mengorbankan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait