Laporan keuangan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepanjang tahun 2025 akhirnya resmi terungkap ke publik. Dokumen setebal 927 halaman tersebut merinci berbagai sumber penghasilan sang presiden selama setahun terakhir.
Data yang dirilis Kantor Etika Pemerintah AS ini memberikan gambaran jelas mengenai portofolio investasi dan bisnis Trump. Laporan ini jauh lebih tebal dibandingkan catatan keuangan Wakil Presiden JD Vance maupun mantan Presiden Joe Biden.
Penjualan berbagai merchandise berlabel nama Trump menjadi salah satu penyumbang pendapatan yang cukup signifikan. Ia meraup 1,8 juta dolar AS dari buku Save America dan 208.000 dolar AS dari penjualan Alkitab khusus.
Produk gaya hidup seperti parfum Victory 47, sepatu kets, hingga gitar edisi terbatas juga menyumbang puluhan ribu dolar AS. Keuntungan ini menunjukkan kuatnya pengaruh personal branding Trump dalam menggerakkan roda bisnis pribadinya.
Melania Trump pun mencatatkan pendapatan fantastis senilai 10,7 juta dolar AS dari film dokumenter pribadinya. Proyek yang diproduksi Amazon tersebut menjadi salah satu aset yang paling disorot dalam laporan keuangan tahun ini.
Selain itu, Melania memperoleh 6 juta dolar AS dari penjualan aset kripto NFT. Penjualan buku berjudul Melania juga memberikan tambahan pendapatan sebesar 520.000 dolar AS bagi sang Ibu Negara.
Di sisi lain, Trump tercatat melakukan lebih dari 21.000 transaksi saham sepanjang tahun 2025. Salah satu investasi yang menarik perhatian adalah saham Nvidia, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.
Transaksi saham ini terjadi di tengah kebijakan pemerintah yang berinteraksi langsung dengan operasional Nvidia. Namun, Trump menegaskan bahwa ia tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana investasi pribadinya tersebut.
Uniknya, Trump masih menerima dana pensiun dari serikat aktor SAG-AFTRA sebesar 86.532 dolar AS. Dana ini berasal dari peran masa lalunya, termasuk penampilan ikonik dalam film Home Alone 2.
Pendapatan besar lainnya datang dari penyelesaian tuntutan hukum terhadap berbagai perusahaan media sosial. Meta tercatat membayar 24,5 juta dolar AS, sementara YouTube menyerahkan 22 juta dolar AS terkait sengketa akun.
Dana hasil kemenangan gugatan tersebut dilaporkan akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenan dan pemeliharaan National Mall. Langkah ini menjadi penutup dari rangkaian laporan keuangan yang mencerminkan kompleksitas bisnis sang pemimpin Amerika.
Hingga saat ini, dokumen tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan betapa beragamnya aliran dana yang dikelola pihak ketiga atas nama Trump. Publik kini memantau bagaimana transparansi finansial ini akan memengaruhi agenda kebijakan ekonomi pemerintahannya ke depan.











