Fenomena lele yang tampak melintir atau meringkuk saat digoreng kerap menimbulkan kekhawatiran. Banyak yang beranggapan bahwa perilaku ini disebabkan oleh lele yang diberi pakan kotoran manusia. Namun, benarkah demikian? Para ahli memberikan penjelasan yang lebih ilmiah.
Menurut Dr. Ir. Endang Y. Sulistianingsih, M.Sc., seorang pakar perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), perilaku lele yang melengkung saat dimasak sebenarnya lebih berkaitan dengan struktur otot dan saraf ikan itu sendiri.
Ketika lele mengalami perubahan suhu yang drastis, seperti saat dimasukkan ke dalam minyak panas, otot-ototnya akan berkontraksi. Kontraksi inilah yang menyebabkan tubuh lele meliuk atau meringkuk.
Faktor lain yang memengaruhi adalah respons saraf ikan terhadap rasa sakit atau stres akibat panas. Sinyal saraf yang dikirimkan ke otot memicu gerakan refleks tersebut.
Jadi, anggapan bahwa lele melintir hanya karena pakan kotoran adalah sebuah mitos yang belum tentu benar. Kualitas pakan memang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan, namun bukan satu-satunya penyebab perilaku ini saat digoreng.
Pakan berkualitas yang mengandung nutrisi seimbang akan membuat lele tumbuh sehat dan memiliki tekstur daging yang baik. Pemberian pakan yang tidak sesuai justru bisa berdampak pada kesehatan ikan dan kualitas dagingnya.
Bagi konsumen yang ingin memastikan kualitas lele yang dibeli, ada beberapa tips sederhana. Perhatikan kondisi fisik lele.
Lele yang segar biasanya memiliki mata yang jernih dan insang berwarna merah cerah. Kulitnya pun terlihat lembap dan tidak kusam.
Hindari lele yang mengeluarkan bau menyengat atau tidak sedap. Bau amis yang kuat bisa menjadi indikasi bahwa lele sudah tidak segar.
Gerakan lele juga bisa menjadi patokan. Lele yang masih hidup dan sehat akan aktif bergerak. Namun, perlu diingat, kondisi ini hanya bisa diamati saat lele masih segar sebelum diolah.
Saat membeli lele yang sudah dipotong atau diolah, pilih dari penjual yang terpercaya. Tanyakan kepada penjual mengenai asal usul lele dan cara pengolahannya.
Dengan memahami penjelasan ilmiah ini, masyarakat tidak perlu lagi resah berlebihan ketika melihat lele melintir saat digoreng. Fokus pada pemilihan lele yang segar dan berkualitas adalah langkah yang lebih bijak untuk menikmati hidangan lele yang lezat dan aman.
