Tuan rumah Meksiko memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Ekuador dengan skor 2-0. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Azteca tersebut menjadi panggung bagi El Tri untuk menunjukkan dominasi mereka di hadapan puluhan ribu pendukung setianya. Kemenangan ini sekaligus menghentikan perjalanan Ekuador di turnamen sepak bola terakbar dunia tersebut, memaksa wakil Amerika Selatan itu untuk angkat koper lebih awal.
Duel panas ini sempat mengalami kendala teknis sesaat sebelum peluit kick-off dibunyikan. Cuaca buruk yang melanda area sekitar stadion memaksa pihak penyelenggara untuk menunda pertandingan selama satu jam demi alasan keselamatan. Setelah wasit Slavko Vincic memastikan kondisi lapangan aman untuk digunakan, laga akhirnya dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Sejak menit awal, anak asuh Javier Aguirre langsung tancap gas dengan menekan lini pertahanan lawan melalui penguasaan bola yang dominan.
Upaya taktis Meksiko membuahkan hasil manis pada menit ke-22. Julian Quinones, penyerang yang tampil impresif sepanjang laga, berhasil melewati kawalan bek lawan melalui aksi individu yang ciamik dari sisi lapangan. Dengan kecepatan yang dimilikinya, pemain bernomor punggung 16 tersebut melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Ekuador, Hernan Galindez. Gol tersebut sontak memicu gemuruh sorakan dari ribuan suporter tuan rumah yang memadati tribun Stadion Azteca.
Tertinggal satu gol, Ekuador mencoba bangkit dan bermain lebih terbuka untuk menyamakan kedudukan. Namun, koordinasi antarlini yang diperagakan skuad asuhan Sebastian Beccacece tampak belum padu, sehingga menyulitkan mereka untuk menembus pertahanan Meksiko yang dikomandoi oleh Cesar Montes. Solidnya barisan belakang tuan rumah berkali-kali mematahkan aliran bola yang dibangun oleh motor serangan Ekuador, Moises Caicedo, sehingga ancaman berarti ke gawang Jose Raul Rangel minim terjadi.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Ekuador justru kembali menderita pada menit ke-31. Sebuah kesalahan koordinasi di lini belakang tim tamu berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh penyerang senior Meksiko, Raul Jimenez. Berawal dari operan matang yang disodorkan oleh Quinones, Jimenez melepaskan tembakan first-time yang akurat ke pojok kiri gawang. Gol kedua ini membuat posisi Meksiko kian nyaman untuk mengendalikan sisa jalannya pertandingan babak pertama.
Memasuki babak kedua, Ekuador mencoba melakukan perubahan strategi dengan memasukkan tenaga baru. Yaimar Medina dan Angelo Preciado diturunkan untuk menggantikan Alan Franco serta Joel Ordonez guna meningkatkan intensitas tekanan di lini depan. Strategi ini sempat membuat lini tengah Meksiko harus bekerja ekstra keras dalam menjaga kestabilan permainan. Enner Valencia, yang bertindak sebagai kapten Ekuador, berulang kali berupaya mencari celah di kotak penalti namun selalu membentur tembok pertahanan tuan rumah yang disiplin.
Merespons pergerakan lawan, pelatih Javier Aguirre melakukan rotasi pada menit ke-57 dengan memasukkan Brian Gutierrez menggantikan Gilberto Mora. Pergantian ini terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan tim sekaligus meredam agresivitas serangan balik yang coba dibangun oleh La Tri. Dominasi penguasaan bola yang dimiliki Ekuador sepanjang babak kedua tidak dibarengi dengan efektivitas di depan gawang, sehingga skor 2-0 tetap tidak berubah hingga pertengahan babak kedua.
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan meningkat tajam seiring dengan rasa frustrasi pemain Ekuador yang tak kunjung mencetak gol. Wasit Slavko Vincic harus bekerja ekstra keras untuk menenangkan situasi di lapangan. Pada menit ke-90+2, Kendry Paez menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Meksiko. Situasi bagi tim tamu semakin memburuk ketika wasit memutuskan meninjau insiden melalui Video Assistant Referee atau VAR pada menit ke-90+4.
Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memberikan kartu merah langsung kepada bek Ekuador, Piero Hincapie. Pengusiran tersebut membuat Ekuador harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain, yang sekaligus mematikan asa mereka untuk mengejar ketertinggalan di masa injury time. Di tengah situasi tersebut, Moises Caicedo juga sempat diganjar kartu kuning karena melayangkan protes keras kepada wasit.
Meksiko yang unggul jumlah pemain memanfaatkan sisa waktu dengan memainkan tempo yang lambat dan menjaga penguasaan bola hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan dua gol tanpa balas ini menjadi bukti ketangguhan Meksiko sebagai salah satu tim unggulan di Piala Dunia 2026. Keberhasilan menembus babak 16 besar menjadi suntikan moral yang besar bagi skuad El Tri dalam melanjutkan perjuangan mereka di turnamen ini. Sementara bagi Ekuador, kekalahan ini menjadi akhir pahit dari perjalanan panjang mereka yang harus terhenti di tangan tim tuan rumah yang tampil sangat impresif sepanjang laga.











