Meksiko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kandaskan Ekuador 2-0

Danu Ilham

Tim nasional Meksiko memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Ekuador dengan skor 2-0. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Mexico City Stadium pada Rabu, 1 Juli 2026 pagi WIB tersebut menjadi panggung pembuktian bagi skuad El Tri yang tampil dominan di hadapan pendukung sendiri. Berkat hasil positif ini, Meksiko kini menanti lawan tangguh di babak selanjutnya, yakni pemenang antara laga Inggris melawan Republik Demokratik Kongo.

Jalannya laga sempat diwarnai drama di luar lapangan sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB terpaksa mengalami penundaan selama satu jam akibat badai hujan lebat yang mengguyur wilayah ibu kota Meksiko. Meski kondisi cuaca sempat tidak menentu, para pemain tetap menunjukkan fokus tinggi saat wasit akhirnya memulai laga. Pelatih Javier Aguirre Onaindia menerapkan strategi agresif sejak menit awal dengan mengandalkan kombinasi pemain muda bertalenta dan para pilar berpengalaman untuk membongkar pertahanan Ekuador.

Keunggulan Meksiko akhirnya pecah pada menit ke-22. Julian Quinones menjadi aktor utama di balik gol pembuka setelah melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau kiper lawan. Gol tersebut lahir berkat skema serangan rapi yang diawali oleh umpan cungkil terukur dari Roberto Alvarado. Keunggulan satu gol tersebut tampak melecut semangat anak asuh Aguirre untuk terus menekan lini pertahanan lawan yang sempat terlihat goyah pasca gol pertama.

Dominasi tuan rumah berlanjut tak lama kemudian. Hanya berselang sembilan menit dari gol pertama, giliran Raul Jimenez yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kerja sama umpan pendek yang apik, Jimenez menuntaskan peluang melalui sepakan terarah yang memanfaatkan operan matang dari Quinones. Skor 2-0 untuk keunggulan Meksiko menutup jalannya babak pertama, sekaligus membuat ribuan suporter yang memadati stadion bersorak kegirangan.

Memasuki babak kedua, Ekuador mencoba bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Mereka sempat menciptakan ancaman serius melalui tendangan on target dari John Yeboah. Namun, kiper Meksiko, Raul Rangel, tampil sigap di bawah mistar gawang dengan melakukan penyelamatan gemilang yang menjaga kesucian gawang tuan rumah dari kebobolan. Upaya Ekuador untuk memperkecil ketertinggalan terus dilakukan, termasuk saat peluang emas melalui sontekan Rodriguez di depan gawang, namun solidnya lini belakang Meksiko membuat usaha tersebut selalu kandas.

Situasi semakin sulit bagi Ekuador menjelang berakhirnya waktu normal. Bek andalan mereka, Piero Hincapie, harus menerima kartu merah langsung dari wasit setelah melalui peninjauan VAR. Keputusan tersebut diambil setelah Hincapie terlibat perselisihan fisik dengan Gimenez di lapangan. Kehilangan satu pemain di menit-menit krusial membuat Ekuador praktis tidak mampu lagi mengejar defisit dua gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Euforia kemenangan ini tidak hanya dirasakan oleh para pemain di atas lapangan, melainkan juga oleh seluruh masyarakat Meksiko. Suasana di berbagai sudut kota Mexico City berubah menjadi pesta besar. Lautan jersei hijau tampak memenuhi area sekitar Stadion Azteca, Bandara Internasional Benito Juarez, hingga pusat kota. Suporter dari berbagai penjuru negara, mulai dari Monterrey, Guadalajara, hingga Tijuana, tumpah ruah untuk memberikan dukungan moral bagi tim kesayangan mereka.

Antusiasme warga bahkan sudah terlihat sejak pagi hari sebelum pertandingan dimulai. Ketika pesawat yang membawa suporter mendarat di bandara, suasana berubah riuh dengan teriakan Viva Mexico yang menggema di setiap sudut terminal. Kegembiraan para pendukung juga diekspresikan melalui lagu tradisional Cielito Lindo yang dinyanyikan bersama-sama, menciptakan atmosfer magis yang menunjukkan betapa tingginya harapan publik terhadap kiprah Meksiko di Piala Dunia edisi kali ini.

Kerumunan massa juga memadati titik-titik strategis kota, seperti kawasan monumen Angle de la Independencia dan alun-alun Zocalo. Di tempat-tempat tersebut, ribuan warga berkumpul untuk mengadakan nonton bareng dan merayakan kemenangan dramatis tim nasional mereka. Pihak otoritas keamanan setempat telah melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan sistem pengamanan berlapis guna menjaga kondusivitas kota. Akses kendaraan bermotor di sekitar stadion bahkan ditutup dalam radius 2 hingga 3 kilometer sejak lima jam sebelum pertandingan dimulai, demi memastikan kelancaran alur suporter yang terus berdatangan.

Kemenangan atas Ekuador ini memberikan suntikan moral yang sangat berharga bagi skuad asuhan Javier Aguirre. Sebagai tuan rumah, beban ekspektasi yang dipikul Meksiko memang sangat besar. Namun, penampilan disiplin dan efektif yang ditunjukkan dalam laga ini membuktikan bahwa mereka layak menjadi salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan oleh tim-tim besar lainnya di babak 16 besar nanti.

Kini, seluruh mata tertuju pada duel antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo. Pemenang dari pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Meksiko dalam upaya mereka melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dengan dukungan luar biasa dari publik tuan rumah yang tidak pernah surut, Meksiko diharapkan dapat mempertahankan performa impresif ini dalam perjalanan mereka memburu trofi juara di rumah sendiri.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All