Jelang jeda paruh musim MotoGP 2026, pembalap bintang Marc Marquez mengumumkan keputusan mengejutkan. Ia akan memangkas jadwal liburannya secara signifikan. Fokus utamanya adalah memulihkan kekuatan lengan dan bahu yang masih dalam masa pemulihan. Keputusan ini diambil demi meningkatkan performa di sisa kompetisi yang diprediksi kian sengit.
Cedera yang diderita Marquez di Mandalika tahun lalu, dan sempat memaksanya absen di Catalunya akibat operasi saraf lanjutan, kini justru mendorongnya kembali ke persaingan gelar juara. Kemenangan di Balaton Park dan Brno, dikombinasikan dengan insiden yang menimpa para rival dari tim Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, telah membalikkan keadaan.
Meskipun momentum sempat berpihak pada Aprilia di Assen, insiden terbaru yang dialami Bezzecchi membuat Marquez tetap tertinggal 40 poin. Namun, kini ia harus bersaing dengan Jorge Martin yang naik ke puncak klasemen sementara.
Menjelang seri Sachsenring, sirkuit yang paling bersahabat dengannya, Marquez berharap ini menjadi seri terakhir ia harus berjuang keras mengelola kekuatan fisiknya. "Motor bekerja dengan baik, begitu pula tim dan mentalitas saya. Saya perlu bekerja pada fisik saya untuk mencoba melangkah maju musim panas ini; liburan saya akan lebih pendek," ujar Marquez kepada Sky Sport Italia di sela-sela acara World Ducati Week di Misano.
Ia menambahkan optimisme menyambut balapan di Jerman. "Ini adalah sirkuit yang cocok dengan gaya saya. Kami akan mencoba berjuang untuk podium," katanya, merujuk pada rekor sembilan kemenangan kelas utama yang ia raih di Sachsenring. Jeda paruh musim MotoGP 2026 sendiri akan berlangsung hingga seri Silverstone pada 7-9 Agustus.
Saat ini, Marquez menempati posisi kelima klasemen sementara. Empat pembalap di atasnya, yaitu Martin, Bezzecchi, Fabio di Giannantonio, dan Ai Ogura, masih memiliki peluang matematis untuk memimpin klasemen sebelum jeda.
Sementara itu, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, yang akan bergabung dengan tim pabrikan Aprilia musim depan, menyoroti kekuatan rival. "Aprilia memiliki keuntungan, mereka berada di posisi yang lebih baik," ungkap Bagnaia. Ia menambahkan, "Kami sedang memulihkan diri, kami melakukan pekerjaan hebat untuk menyelaraskan segalanya."
"Kita akan lihat dalam 3-4 balapan ke depan," pungkas Bagnaia, mengisyaratkan potensi kebangkitan timnya. Dengan 444 poin masih tersedia di sisa musim, persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2026 dipastikan akan semakin memanas.











