Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali mencekam setelah dihujani serangan rudal dan pesawat nirawak oleh pasukan Rusia semalam.
Insiden brutal ini menyebabkan setidaknya satu orang dinyatakan tewas dan melukai sedikitnya 11 warga lainnya di lokasi kejadian.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa beberapa warga masih terjebak di bawah reruntuhan sebuah gedung sembilan lantai.
Ledakan keras terdengar di berbagai penjuru kota, sementara sistem pertahanan udara tampak sibuk menghalau rentetan proyektil di langit malam.
Serangan ini merupakan gempuran besar pertama yang menyasar pusat pemerintahan Ukraina dalam kurun waktu lebih dari dua pekan terakhir.
Presiden Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah memberikan peringatan dini mengenai rencana Moskow untuk melancarkan serangan masif ke arah Kyiv.
Bahkan, Zelenskyy sempat memangkas kunjungan kerjanya di Dublin menyusul laporan intelijen terkait ancaman serangan yang akan segera terjadi.
Akibat serangan tersebut, sejumlah lingkungan di Kyiv terpaksa dievakuasi demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut bagi warga sipil.
Kerusakan infrastruktur pun dilaporkan meluas, termasuk hancurnya sebuah stasiun ambulans yang menyebabkan satu orang mengalami cedera kritis.
Kobaran api tampak menyala di berbagai titik kota saat tim penyelamat berjuang melakukan evakuasi di tengah situasi yang genting.
Di sisi lain, ketegangan regional meningkat hingga membuat Polandia mengambil langkah sigap dengan mengerahkan jet tempur ke angkasa.
Militer Polandia menyatakan langkah tersebut sebagai tindakan preventif untuk mengamankan wilayah udara mereka dari potensi ancaman yang meluas.
Sebagai anggota NATO, Polandia sangat waspada mengingat adanya provisi Pasal 5 tentang pertahanan kolektif jika terjadi serangan.
Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa belum ada laporan serangan langsung yang menyasar wilayah kedaulatan negara Polandia saat ini.
Serangan ini menegaskan kembali bahwa eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina masih jauh dari kata berakhir hingga detik ini.
Situasi di Kyiv tetap dalam status siaga tinggi sembari tim tanggap darurat terus melakukan upaya pencarian korban di reruntuhan.
Dunia internasional kini memantau perkembangan situasi ini dengan saksama karena dampaknya yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan di Eropa Timur.











