Thursday, 16 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Kuasa Hukum Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan Persulit Pertemuan Anak

Oleh Wibowo July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Jakarta – Kabar mengenai perseteruan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, membantah keras tudingan bahwa kliennya mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu dengan buah hati mereka.

Chris Sam Siwu menegaskan, Sarwendah tidak pernah berniat atau melakukan tindakan apa pun untuk menghalangi pertemuan anak-anak dengan ayah mereka.

Bahkan, pihaknya justru memberikan tantangan balik. Mereka meminta pihak Ruben Onsu untuk menyajikan bukti konkret mengenai hambatan yang dituduhkan.

Chris Sam Siwu mempertanyakan dasar tudingan tersebut. Ia menantang pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, untuk menunjukkan kapan kliennya pernah meminta izin bertemu anak namun ditolak oleh Sarwendah.

Menurut Chris, hingga kini belum ada permintaan resmi melalui pesan singkat dari Ruben Onsu kepada Sarwendah terkait keinginan bertemu anak.

Ia menekankan bahwa komunikasi antara mantan suami istri seharusnya bisa berjalan langsung, tanpa perlu menciptakan drama publik.

Chris Sam Siwu ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/5/2026) lalu.

Ia menyoroti poin-poin keberatan tim hukum Sarwendah.

Mereka meminta pembuktian mengenai kapan dan bagaimana Sarwendah dianggap mempersulit pertemuan ayah dan anak.

Selain itu, mereka juga meminta bukti apakah Ruben Onsu pernah mengirim pesan WhatsApp untuk meminta waktu bertemu namun ditolak.

Pihak Sarwendah menegaskan, meski ada permasalahan antar orang tua, status sebagai ayah dan ibu bagi anak-anak tidak akan pernah berubah.

Koordinasi jadwal pertemuan sangat ditekankan pentingnya komunikasi dua arah.

Hal ini dilakukan di tengah kesibukan jadwal pendidikan anak-anak.

Penjelasan ini disampaikan untuk menepis narasi negatif yang berkembang.

Kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas utama Sarwendah.

Terkait manajemen waktu dan kesibukan anak, pihak Sarwendah menjelaskan bahwa pendidikan formal dan sekolah tetap menjadi prioritas utama.

Sarwendah juga memberikan berbagai les dan kegiatan positif untuk perkembangan bakat anak.

Pertemuan dengan ayah dapat dilakukan setelah jadwal pendidikan dan les selesai dikoordinasikan.

Kunci akses adalah komunikasi yang jelas dari pihak ayah agar tidak bertabrakan dengan jadwal anak.

Tabel tersebut menggambarkan bahwa segala aktivitas anak diatur demi kepentingan masa depan mereka.

Ini bukan untuk menghalangi akses pertemuan dengan sang ayah.

Chris Sam Siwu menambahkan, jangan sampai ada pemaksaan kehendak dari ayah tanpa mempertimbangkan kondisi dan jadwal anak.

Ia menyayangkan narasi yang seolah menggambarkan Sarwendah sengaja memutus tali silaturahmi.

Kliennya menjamin kebebasan penuh akan diberikan kepada Ruben untuk membawa anak-anak kapan saja.

Ini asalkan terdapat komunikasi yang transparan sebelumnya.

Jika posisi anak sedang santai di rumah, Sarwendah dipastikan tidak akan melarang Ruben untuk berkunjung.

Chris merasa heran mengapa muncul pernyataan di konferensi pers yang menyebut kliennya mempersulit keadaan.

Padahal, tidak ada upaya komunikasi yang dilakukan terlebih dahulu.

Sarwendah menegaskan tidak pernah menutup pintu bagi Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak.

Ia berharap isu pembatasan akses ini tidak dipolitisasi atau dibesar-besarkan tanpa bukti komunikasi yang nyata.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait